Kurayami Matsuri adalah festival yang sudah ada sejak lebih dari 1000 tahun yang lalu. Festival yang diadakan di Ookunitama Jinja (Ookunitama Shrine) ini pada mulanya dilakukan tanpa penerangan sama sekali (seperti namanya, kurayami yang berarti gelap), karena perayaan yang dilakukan adalah berkaitan dengan hal-hal yang sakral yang memang bukan untuk tontonan umum. Namun seiring dengan berjalannya waktu, festival ini menarik untuk dipertontonkan sehingga sekarang festival ini tidak dilakukan dalam kegelapan lagi.
Kuil Utama (Honden) Ookunitama Jinja
Ada beberapa tahapan dalam festival ini, sehingga jangka waktu pelaksana'an nya memakan waktu yang panjang (sekitar seminggu), dari tanggal 30 April sampai puncaknya tanggal 6 Mei. Acaranya dimulai dari tanggal 30 April, dimana para pemuka agama yang akan menyelenggarakan festival ini melakukan acara penyucian diri dengan air laut yang diambil di laut dekat Ebara Jinja di daerah Shinagawa. Lalu di tanggal 1 Mei diadakan upacara agar seluruh kegiatan festival berjalan lancar tanpa halangan dan supaya cuacanya baik (tidak hujan). Acara di hari-hari berikutnya (tanggal 2 s/d 4 Mei) adalah upacara pembersihan kaca di kuil, arak-arakan dashi (gerobak festival), pengechek-an kuda dengan cara memacu kuda 3 kali pulang pergi dengan jarak pacu lurus sejauh 150m di depan kuil (acaranya bernama komakurabeshiki), lalu ada juga arak-arakan gendang besar disekeliling kuil.
Keramaian orang berjualan (yatai) di sekitar kuil
Acara puncaknya adalah pada tanggal 5 Mei, dimana Omikoshi (Kuil portable yang diusung) dibawa berarakan keluar sekeliling Kuil dan di simpan di tempat yang bernama otabisho. Aba-aba pengusungan diawali dengan tembakan kembang api, lalu 6 gendang besar akan ditabuh secara bersamaan. Ada 8 buah omikoshi yang diarak, diiringi dengan suara teriakan "eisa,hoisa" yang menggema di sekitar kuil. Suara ledakan Kembang api, pukulan gendang besar dan teriakan pengusung Omikoshi menambah kemeriahan acara puncak ini. Biasanya jumlah pengunjungpun paling banyak tercatat di hari ini, dalam kurun waktu seminggu acara festival ini berlangsung. Acara puncak ini dalam Bahasa Jepang disebut oide. Lalu di hari terakhir, Omikoshi akan dikembalikan dari Otabisho ke kuil.
Soda Bulb (denkyuu soda), minuman soda yang dijual
Di dalam keseluruhan acara ini, kebanyakan bisa dinikmati oleh umum. Namun ada beberapa tahapan yang memang bukan konsumsi untuk umum, karena dilaksanakan di dalam kuil dan hanya bisa diharidi oleh orang-orang yang terbatas saja.
Dashi yang berkeliling di sekitar Kuil
Setiap tahun, acara ini dihadiri oleh kurang lebih 700 ribu pengunjung (jumlah pengunjung selama semingu acara festival) . Acara ini juga menarik dan penting yang sayang untuk dilewatkan selama liburan Golden Week di Jepang. Akses ke kuil ini bisa melalui setasiun Fuchu di Jalur Keio Line, atau dari setasiun Fuchu Honmachi di jalur JR Nanbu Line. Dari dua setasiun tersebut, untuk menuju kuil anda bisa berjalan kaki sekitar 300 meter.
Odakyu Romance Car yang sudah aktif sejak tahun 1980
Walaupun banyak kereta tua, namum umumnya bebas dari sampah
Kereta Api di Jepang merupakan sarana transportasi yang praktis dan ekonomis dibanding dengan sarana transportasi lain, terutama di kota-kota padat penduduk seperti di Tokyo, Nagoya dan Oosaka. Ada sekitar 200 jalur kereta di seluruh jepang yang mencakup beberapa jenis kereta, mulai dari kereta bawah tanah, kereta komuter, kereta antar kota baik yang ekspres maupun yang super ekspres (shinkansen), maupun kereta yang berjalan diatas seperti monorel.
Subway Hibiya Line di Stasiun Roppongi
Kereta Subway di Kyoto
Kereta Api pertama kali diperkenalkan/dipamerkan di Jepang pada tahun 1890 pada acara National Industrial Fair yang ke dua yang diadakan di Ueno. Kereta antarkota komersial (lokomotif uap) pertama kali diresmikan tanggal 14 Oktober 1872 yang menghubungkan stasiun Shinbashi di Tokyo menuju Yokohama (sekarang stasiunnya bernama Sakuragicho) dengan jarak tempuh
sekitar 53 menit. Untuk memperingati peresmian kereta antarkota komersial pertama, maka tanggal 14 Oktober ditetapkan dan diperingati sebagai Hari Kereta Api (namun tidak menjadi hari libur nasional).
Kereta Trem Keihan di Shiga Prefektur
Kereta Trem Keihan dengan wrapping karakter anime
Kereta Trem Enoden
Trem Toden Arakawa Line
Kereta Api listrik pertama (kereta trem listrik) dioperasikan di Kyoto pada tahun 1895. Kereta ini menggunakan tenaga listrik dari pembangkit listrik tenaga air dari Danau Biwa (biwako). Jarak tempuh operasionalnya sekitar 6.6 Km.
Kereta Api bawah tanah mulai beroperasi pada tahun 1927 dengan trayek dari Asakusa sampai ke Ueno dengan jarak 2.2 Km. Perusahaan Kereta Api Jepang (Japan National Railway:JNR) didirikan pada tahun 1949, namun kemudian diswastanisasi pada tahun 1987 dan berganti nama menjadi JR group.
Tokyo Monorail
Tama Monorail
Kereta Api super cepat Shinkansen beroperasi mulai tanggal 1 Oktober 1964, sembilan hari sebelum pembukaan Pesta Olimpiade musim panas ke 18 di Tokyo. Diwaktu itu, Shinkansen hanya menghubungkan antara Tokyo dan Osaka saja. Namun sekarang, Shinkansen sudah menghubungkan daerah-daerah dari utara mulai dengan Hokkaido, Tohoku, Hokuriku, bahkan sampai ke Kyushu di selatan dengan jarak tempuh operasional sekitar 2.765 Km (untuk Shinkansen full spek) dan sekitar 276 Km untuk mini spek Shinkansen di daerah Yamagata dan Akita. Kecepatan operasionalnya sekitar 300 Km/jam.
Orang Jepang berbaris rapih di platform stasiun
Di masa datang, Jepang berencana untuk mengoperasikan kereta linier (Magnetic Levitation : MagLev) pada tahun 2027 dengan rute awal dari Shinagawa menuju Nagoya. Dengan kecepatannya yang bisa mencapai 505 Km/jam, maka jarak ini bisa ditempuh 'hanya' dengan 40 menit, lebih cepat 1 jam dari waktu tempuh dengan menggunakan Shinkansen.
Musim sakura memang bukan hanya ditunggu-tunggu oleh orang Jepang saja, melainkan juga oleh para pelancong dari perbagai penjuru dunia yang sedang berkunjung di Jepang. Di Tokyo, ada beberapa tempat yang terkenal(mainstream) akan spot sakuranya, misalnya di ueno park, chidorigafuchi, shinjuku gyoen dan yang lainnya. Tempat-tempat seperti ini sudah pasti akan dipadati oleh pengunjung,sehingga anda tidak leluasa untuk mengambil photo, bahkan untuk berjalan menikmatinya.
Saya mencoba memberikan beberapa alternatif spot sakura yang masih bisa dinikmati karena pengunjungnya relatif sedikit, atau karena luas daerah maupun karena kondisinya memungkinkan kita untuk menikmatinya.
1. Kuil Ryodaishi Kaisando
Jika anda ke Ueno Park, maka anda akan terkejut karena begitu banyaknya pengunjung disana. Anda mungkin bisa kewalahan untuk sekedar berjalan mengitari taman, karena banyaknya orang-orang yang bergerombol menggelar tikar untuk menikmati sakura. Namun jika anda berjalan dari spot ini kira-kira 600 meter ke arah utara, anda bisa mendapati kuil ini dan menikmati sakura karena disini tidak sepadat di spot utama. Kuil ini sebenarnya merupakan bagian dari kuil utama Kan-eiji di dekat danau shinobazu di Taman Ueno. Suasana di kuil ini dapat membawa anda ke masa-masa era Tokyo masih dipanggil dengan nama Edo. Contohnya, di pintu gerbang berwarna hitam di area ini, anda dapat menemui bekas peluru yang ditembakkan di masa Ueno Sensou ( perang Ueno ).
Jenis sakura yang ditanam ada bermacam-macam, dan anda bisa menemui juga jenis ShidareZakura yang menjulur indah.
Anda bisa mengakses nya dengan keluar dari Park Gate di Stasiun Ueno JR Yamanote Sen, kemudian berjalan ke arah kanan melewati National Museum of Nature Science. Tidak ada pungutan biaya disini, alias gratis.
2. Yanaka Reien
Yanaka reien atau Yanaka bocchi merupakan komplek pemakaman yang sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Di Jepang memang banyak pohon sakura yang ditanam di komplek pemakaman. Di Tokyo, selain Yanaka, komplek pemakaman sekaligus spot sakura bisa ditemui juga di Tama Reien maupun Aoyama Reien. Di komplek pemakaman Yanaka di bagian tengah, kita bisa menemukan Terowongan Sakura ( Sakura Tunnel ) karena pohon sakura yang di tanam di kanan kiri jalannya ranting bunganya yang lebat saling bertemu dan membentuk kuva sehingga menyerupai terowongan. Bagi anda yang suka kereta api ( baik melihat atau sekedar memfotonya ), anda bisa memotret kereta yang sedang berlalu-lalang di Jalur Yamanote Line, Keihin Tohoku line dari sisi belakang komplek makam yang menyerupai lembah. Bahkan dari jembatannya anda bahkan bisa melihat Tohoku maupun Jouetshu Shinkansen.
Didekat nya ada daerah Yanaka Ginza yang merupakan jalan yang sempit yang berisi banyak toko-toko yang menjual baik makanan, minuman maupun barang pernak-pernik yang bisa dibeli sebagai souvenir. Anda juga bisa menjumpai patung kucing yang merupakan simbol di atap toko-toko yang berjejeran di sini.
Daerah ini bisa diakses melalui Stasiun Nippori di jalur JR Yamanote Line.
3. Roppongi Hills dan Tokyo Midtown
Kalau anda ingin melihat perpaduan antara bunga sakura dan gedung-gedung tinggi, disinilah tempatnya. Anda bisa melihat suasana perkotaan dipadu dengan bunga sakura disini. Karena spot ini ada di pusat kota maka tidak ada orang yang menonton sakura duduk bergerombol dengan alas tikar seperti di tempat lainnya, sehingga anda bisa leluasa menikmati sakura sambil berjalan kaki. Di malam hari, anda bisa melihat perpaduan antara sakura dengan lampu-lampu hias ( light up ) yang indah. Di Roppongi anda juga bisa mengunjungi Taman Mori Teien, suatu taman yang merupakan peninggalan dari seorang daimyo yang bernama Morikai no Kami di Jaman Edo ( sebutan tokyo jaman dahulu ). Selain itu anda juga bisa mengunjungi observation deck Tokyo City View yang berlokasi di lantai teratas Roppongi Hills , maupun Mori Art Museum.
HTM untuk Tokyo City view adalah 1800 yen ( plus 500 yen bila anda ingin naik ke atap luar ), dan Mori Art Musemadalah sebesar 1800 yen.
Daerah ini bisa diakses dari Stasiun Roppongi di jalur Subway Hibiya Line atau Oedo Line.
4. Shiba Koen
Shiba Koen atau Taman Shiba berjarak hanya 100m dari Tokyo Tower. Taman ini merupakan salah satu taman tertua di Metropolitan Tokyo. Disini anda bisa menikmati Sakura dengan berlatar belakang Tokyo Tower. Di taman ini juga ada beberapa bangku yang tersedia, sehingga kita bisa duduk sambil menikmati sakura. Ada kurang lebih 200 pohon sakura yang ditanam tersebar di area taman ini. Anda juga bisa berkunjung ke Kuil Zojoji yaitu kuil tempat makam keluarga Shogun Tokugawa. Di lantai bawah kuil ini ada ruang pamer khusus dan anda bisa melihat miniatur komplek bangunan di kuburan ini sebelum hangus terbakar di masa PDII. Komplek bangunan itu dulunya merupakan prototype dari Nikko Toshogu di daerah Nikko, yang merupakan salah satu dari World Heritage. HTM masuk ke ruang pamer khusus adalah 700 yen. Bila anda juga ingin melihat komplek kuburan keluarga Shogun Tokugawa dari dalam, anda bisa membeli HTM terusan sebesar 1000 yen.
Taman ini bisa diakses dari Stasiun Shiba Koen di jalur Subway Oedo Line.
5. Megurogawa
Megurogawa atau Sungai Meguro adalah sungai yang terbentang sepanjang 4Km di daerah Meguro. Karena di tempat ini tidak dibolehkan orang menggelar alas/tikar disepanjang pinggiran sungai untuk menikmati sakura, maka anda bisa leluasa berjalan di sisi kanan atau kiri sungai. Disini ada sekitar 800 pohon sakura yang ditanam. Di tempat tertentu anda bisa menemukan jembatan,
sehinga kita bisa menikmati ataupun mengambil gambar sakura dari jembatan ini. Jika anda lapar atau haus, maka anda bisa mampir di beberapa kafe yang ada disekitar daerah ini. Di malam hari ada lampu penerangan yang dipasang untuk menambah kenikmatan anda menikmati sakura.
Akses ke daerah ini bisa melalui Stasiun Nakameguro di jalur Tokyu Toyoko Line atau melalui Stasiun Meguro di jalur JR Yamanote Line atau Subway Toei Mita Line.
Jepang memang memiliki magnet daya tarik tersendiri, selain dengan banyaknya kemajuan teknologi yang telah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Jepang juga masih menjaga dengan baik identitas budaya mereka yang sudah diturunkan selama lebih dari ratusan tahun yang lalu. Ditambah lagi Jepang adalah negara dengan 4 musim, maka mereka memiliki beragam kebudayaan yang berbeda-beda di setiap musim dan juga di setiap daerah yang sangat unik dan menarik, yang tentunya sayang untuk dilewatkan begitu saja.
Di akhir bulan Maret (sekitar tanggal 20 atau 21 setiap tahunnya), ada hari libur nasional yang disebut shunbun (vernal equinox), dimana waktu siang dan malam hari adalah sama panjangnya (waktu cahaya matahari bersinar sama panjangnya dengan waktu setelah matahari tenggelam). Ini juga menjadi pertanda bahwa musim dingin telah berakhir dan musim semi segera tiba.
Pohon sakura banyak juga yang ditanam di pinggir kali
Awal musim semi juga ditandai dengan mekarnya bunga sakura. Sakura biasanya akan mulai mekar di akhir bulan Maret setiap tahun. Di Jepang, mekarnya bunga sakura berawal dari daerah Jepang selatan (Pulau Kyushu) lalu bergerak ke arah utara ke daerah Chubu, Kansai, Kanto, Tohoku kemudian akan berakhir di Pulau Hokkaido di utara. Pergerakan mekarnya bunga sakura dari selatan ke utara ini bisa dengan mudah kita ikuti infonya melalui media (biasa disebut sakurazensen). Dibutuhkan waktu kurang lebih satu bulan untuk pergerakan ini. Sehingga bila kita ingin melihat sakura yang sedang mekar dengan tepat, lebih baik bila kita check info tersebut sebelumnya,untuk mengurangi kekecewaan kita karena tidak pas dalam menentukan lokasi spot sakura.
Pohon Sakura dekat komplek perumahan
Bunga sakura sendiri setelah puncak atau maksimal mekarnya, hanya bisa bertahan selama 2 atau 3 hari. Bila kita mengunjungi spot sakura dan timing kita tidak pas disaat puncak mekarnya sakura tersebut, kemungkinan besar sebagian bunga sudah rontok ataupun sebagian batang pohonnya sudah tumbuh daun-daun yang berwarna hijau muda (situasi ini biasa disebut hazakura).
Namun bagi orang Jepang sendiri, keindahan sakura itu tidak harus melulu dinikmati ketika bunganya sedang mekar. Mereka juga sangat menikmati suasana dikala bunga-bunga sakura sedang bergururan, terutama bila bergururannya bunga sakura karena angin bertiup (biasa disebut sakura fubuki). Suasana bunga sakura yang berguguran dan kembali ke ketanah ini juga banyak dengan indahnya ditulis di dalam prosa-prosa dan puisi lama jaman dahulu. Bunga sakura bagi masyarakat Jepang adalah kehidupan itu sendiri. Filosofinya, mekarnya bunga sakura melambangkan pertemuan atau kelahiran, dan gugurnya bunga sakura melambangkan perpisahan atau kematian. Didalam kehidupan, dimana ada pertemuan disitu selalu akan ada perpisahan dan akan berulang demikian terus menerus. Mereka meng-analogikan ini dengan reinkarnasi.
Bunga sakura juga menjadi perlambang sesuatu yang mistis dan sakral. Mereka beranggapan bahwa dimana ada bunga sakura yang bermekaran, maka disitu akan hadir ruang sakral di dunia kita yang fana ini. Ada satu cerita tentang spot sakura yang sangat terkenal di Jepang yaitu di Yoshinoyama (salah satu dari world heritage di Jepang), yang merupakan pegunungan yang dipenuhi dengan bunga sakura. Awalnya, sebelum ada sakura, ditempat ini ada kuil yang patung dewanya diukir dengan menggunakan pohon sakura. Semenjak itu sakura disakralkan sebagai wujud dari dewa tersebut, sehingga masyarakat berbondong-bondong untuk menanam sakura di sekitarnya. Seiring dengan berjalannya waktu, makin banyak orang yang menanam sakura di pegunungan tersebut untuk mendapat kekuatan dan berkah dari dewa tersebut. Sebagai akibatnya, sekarang jumlah pohon sakuranya bisa dilihat di seluruh area gunung .
Pohon Sakura di Megurogawa dimalam hari dihiasi lampu
Seperti pohon kelapa yang banyak ditemukan di daerah tropis dan kita tahu banyak manfaatnya karena hampir seluruh bagian dari pohon kelapa bisa dimanfaatkan, pohon sakura juga punya manfaat atau kegunaan yang tidak kalah dengan pohon kelapa. Bunganya, banyak dibuat untuk bahan minuman dan makanan misalnya teh sakura, sakuramochi, maupun bunga yang diawet kan dengan menggunakan garam yang biasa ditaruh diatas nasi putih hangat untuk dimakan maupun sebagai teman untuk meminum sake. Karena kekerasan strukturnya, pohon atau ranting sakuranya sendiri banyak digunakan untuk bahan bangunan, perabot rumah tangga maupun untuk pembuatan barang-barang souvenir. Dan terakhir, kulitnya bisa digunakan untuk ramuan obat-obatan.
Salah satu kegiatan yang tidak bisa dilepaskan saat orang Jepang menonton bunga sakura (ohanami) adalah makan dan minum serta bernyanyi (karaoke). Kita dapat dengan mudah menyaksikan atau menjumpai group dari orang-orang Jepang yang melakukan ini dibawah atau tempat sekitar spot bunga sakura. Kebiasaan inipun sebenarnya sudah dimulai sejak ratusan tahun yang lalu, terutama yang paling meriah dan terkenal adalah di era Daimyo Toyotomi Hideyoshi, yang mengadakan acara ini di Yoshinoyama, gunung yang telah saya sebut di alenia atas.
Kelopak Bunga Sakura yang jatuh setelah hujan
Kalau anda punya waktu dan ingin menikmati sakura di musim semi tahun ini, silahkan check info mengenai mekarnya bunga sakura di internet sebelum anda menginjakkan kaki di Jepang. Siapa tahu, dari ratusan jenis sakura yang dapat ditemui di seantero Jepang selama sebulan awal musim semi ini, anda bisa bertemu dengan sakura pilihan anda yang special, terlebih jika anda dapat merasakan ucapan salam pertemuan darinya di awal musim semi ini khusus untuk anda , yang bisa jadi kenangan sepanjang hidup anda nanti.