ラベル の投稿を表示しています。 すべての投稿を表示
ラベル の投稿を表示しています。 すべての投稿を表示

2018年2月12日月曜日

Oleh-oleh dari Japan Camping Car Show 2018

Stan mobil rumah dari Jayco

Pernahkah pembaca membayangkan berendam air panas di dekat gunung tanpa susah pesan hotel atau akomodasi? Atau mengadakan upacara minum teh di pinggiran pantai tanpa perlu membangun dulu rumah dengan beralaskan tatami (lantai dari anyaman rumput kering igusa)? 
Ternyata semua bisa itu diwujudkan lho. Caranya adalah dengan RV (Recreational Van).
Tanggal 2-4 Februari yang lalu, di Makuhari Messe dilangsungkan pameran otomotif yang bernama "Japan Camping Car Show 2018." Camping Car ini adalah nama yang lebih umum dikenal di Jepang untuk RV. Saya berkesempatan untuk mengunjunginya di hari kedua pameran (tanggal 3 Februari). Pameran ini dikatakan merupakan pameran mobil RV terbesar di Asia.
Pasar RV di Jepang
Jepang memang tidak bisa dilupakan kalau kita berbicara mengenai industri otomotif. Nama-nama seperti Toyota, Honda, Suzuki, Nissan, Daihatsu, dan lainnya tentuya sudah kita kenal dengan baik. Merek-merek ini sekarang bisa ditemui di seluruh pelosok dunia. Pabriknya pun sudah banyak dibangun di luar Jepang, antara lain untuk efisiensi dan menghemat berbagai macam biaya produksi serta pemasarannya.
RV dengan interior yang apik
Walaupun industri otomotif Jepang telah berkembang cukup lama dan dikenal dunia, namun jumlah mobil tipe RV belum banyak jumlahnya di sini. Kelihatannya, orang Jepang belum begitu tertarik untuk memiliki mobil RV.
Menurut survei yang diadakan oleh asosiasi mobil RV Jepang, sampai dengan tahun lalu, jumlah RV "hanya" ada sekitar 100.400 mobil. Penduduk Jepang ada sekitar 126 juta jiwa. Jadi kalau jumlah RV itu kemudian kita bagi dengan populasi Jepang, maka kita bisa dapat angka sekitar 0.08 persen untuk kepemilikan RV di Jepang.
Angka persentase ini masih kecil bila kita bandingkan dengan Amerika. Di mana menurut survei yang dilakukan oleh Asosiasi Industri RV Amerika, tahun 2011 saja persentase kepemilikan RV adalah 8.5 persen.
Jepang juga belum jadi pasar yang menjanjikan bagi para pembuat RV di luar Jepang, seperti bisa kita lihat dari data yang dikeluarkan oleh International Trade Administration. Dari data tersebut, negara Asia yang masuk dalam target pemasaran RV adalah China, lalu Korea dan disusul oleh Thailand.
Jacuzzi berjalan bisa dipakai dimana saja
Ada beberapa alasan mengapa RV belum begitu populer di Jepang. Alasan utamanya adalah, karena fasilitas yang tersedia belum mencukupi misalnya jumlah tempat parkir khusus bagi RV (walaupun saat ini sudah bertambah banyak). Juga, walaupun ada parkir khusus, namun banyak yang belum menyediakan fasilitas penunjang yang lain, misalnya di tiap tempat parkir belum ada fasilitas untuk membuang air limbah, atau belum ada pasokan listrik maupun air/gas nya.
Jepang yang selain merupakan negara kepulauan, tidak sedikit juga daerah yang mempunyai gunung dan bukit. Akibatnya, ini menjadi kendala bagi pemilik RV, misalnya repot untuk memilih transportasi angkutan antar pulau, serta kenyamanan berkendara di jalan di pedesaan dengan banyaknya  topografi yang naik turun serta banyak jalan yang masih sempit/kecil.  Walaupun, ada banyak RV yang mungil dan dibuat sedemikian rupa untuk menciptakan kenyamanan bagi pengendara/penggunanya.
Toyota Prius yang dirombak untuk RV
Pameran Japan RV 2018
Ada sekitar 360 mobil yang dipamerkan dalam acara tahun ini. Sekitar 67 ribu total pengunjung tercatat hadir selama 3 hari pameran berlangsung. Tema yang diusung kali ini masih sama dengan tema tahun lalu, yaitu memberi "cerita" tambah kepada mobil, yang umumnya cuma sekedar alat transportasi. Harapannya agar mobil RV dapat menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari, terutama karena RV bisa mengantar kita ke tempat yang kita sukai, pada waktu dan dengan partner yang tentunya kita sukai juga. Hal ini kemudian juga bisa menjadi kenangan dan menambah koleksi "cerita" kita selama kita hidup.
RV dengan interior kayu
Pameran dibagi menjadi 4 zona, yaitu pertama zona pets yang memamerkan RV yang dilengkapi dengan fasilitas untuk membawa hewan kesayangan kita. Lalu ada zona penanggulangan bencana, di mana dipamerkan RV yang bisa digunakan pada saat terjadinya bencana alam. Bahkan ada juga RV yang dipergunakan sebagai bunker berjalan. Berikutnya ada zona rental, yaitu para penyedia jasa rental RV memamerkan produk yang bisa disewa. Terakhir zona modifikasi, yaitu kita bisa memesan (sekaligus membuat designnya) mulai dari memilih basis (mobil) yang diinginkan, kemudian bentuk luar sekaligus pemilihan interiornya sesuai dengan bujet yang kita punya.
RV yang bisa untuk bermain hewan peliharaan
Pada pameran kali ini, peserta pameran dibatasi hanya untuk anggota asosiasi RV Jepang (JRVA) saja. Hal ini menurut ketua JRVA, Furihata Takashi, adalah sebagai jaminan kepada konsumen (termasuk calon pembeli) RV Jepang bahwa kendaraan yang dipamerkan disitu sudah memenuhi standar keselamatan yang ketat sehingga layak pakai serta menjamin keselamatan dan kenyamanan penggunanya.
Peserta pameran antara lain pembuat RV ternama di Jepang seperti Nuts, Vantech, Koizumi, RV land. Ada pula RV buatan luar yang dipasarkan oleh agennya di Jepang, misalnya Airstream dan Jayco.
RV dengan atap yang bisa dipanjangkan

Ada dua hal yang menarik untuk diamati dalam pameran RV tahun ini. Pertama, ada produsen RV yang membuat interiornya seperti rumah Jepang tradisional, dengan tatami, kotatsu (meja) dan juga perlengkapan lain. Bahkan juga lengkap dengan perabotan seperti tana (lemari) dan shouji (jendela dari kayu dengan dilapis kertas). Perkiraan saya, karena selain pengguna RV muda yang meningkat, produsen RV juga mengincar pasar untuk pengguna yang akan dan sudah memasuki masa pensiun. 
Biasanya, pensiunan akan menerima sejumlah uang yang cukup besar (tentunya besarannya juga tergantung pada jangka waktu seseorang bekerja di tempat yang sama tanpa berpindah). Produsen RV mengharapkan dengan desain interior Jepang, maka setelah pensiun, dana yang diperoleh pensiunan itu bisa dialokasikan untuk membeli RV juga. Karena memang setelah pensiun, orang Jepang lebih suka menghabiskan waktu untuk jalan-jalan (karena selama bekerja mereka tidak bisa/tidak mungkin untuk cuti panjang) dan terutama juga kaum pensiunan (baca : orang berusia 65 ke atas) lebih suka akan suasana rumah Jepang.
Mobil RV dengan interior Jepang plus tatami
Yang kedua adalah, maraknya industri Rental RV di Jepang. Pada bulan2 sibuk (peak season), jumlah akomodasi yang tersedia di suatu tempat wisata tidak bisa mencukupi permintaan. Apalagi akhir-akhir ini jumlah turis yang berkunjung ke Jepang mengalami peningkatan. Saya pun, jika hari libur pergi ke tempat2 yang ramai, pasti ketemu rombongan yang berbahasa Indonesia dengan membawa barang2 besar dan banyak.
Bunker Berjalan
Para pelancong dari mancanegara ini terutama menyukai akomodasi yang mudah dan juga murah. Nah, dengan alasan ini maka para penyedia jasa rental mobil, saat ini juga mengembangkan usahanya untuk membuka juga rental RV. Dengan RV maka para pelancong bisa pergi ke tempat wisata tanpa harus repot memesan hotel/losmen. Mereka juga bisa menikmati pemandangan alam selama perjalanan dan tidak terikat oleh jadwal bus atau kereta api.
Masa depan RV
Zaman dahulu, orang berpindah-pindah untuk menyambung hidup. Misalnya mencari tempat baru untuk bercocok tanam, atau mengikuti pergerakan hewan buruan untuk memudahkan mereka berburu.
RV desain dari Airstream 
Penggunaan RV di zaman sekarang mungkin mirip dengan kehidupan nomad yang sudah dilakukan nenek moyang kita beribu tahun yang lampau. Di Jepang, pengguna RV makin meningkat dari tahun ke tahun. Tahun lalu saja, nilai penjualan RV di Jepang mencapai 36.5 milyar yen. Ini merupakan angka penjualan yang terbesar yang belum pernah terjadi di tahun sebelumnya.
Generasi muda Jepang juga banyak yang menyukai RV, karena selain harga sewa apartemen (apalagi untuk membeli rumah petak) yang lumayan mahal, dengan RV mereka juga bisa berpindah ke tempat yang mereka sukai. Apalagi pekerjaan sekarang banyak yang tidak menuntut kehadiran pegawai di kantor, terutama pekerjaan yang hanya membutuhkan komputer dan jaringan internet. Sebagai sambilan, mereka juga bisa upload kegiatan mereka sehari2 di blog, atau sharing foto2 di medsos yang diambil dari tempat2 yang mereka kunjungi dengan RV nya.
Kecil tapi terlihat luas
Bagaimana dengan Indonesia? Apakah dengan makin susahnya mendapatkan tanah kosong untuk membuat rumah atau dengan melejitnya harga tanah di kota besar, maka banyak juga masyarakat yang berminat untuk mempunyai RV dan memanfaatkannya sebagai "ganti" dari rumah? 
Agaknya masih sulit karena selain fasilitas penunjang (infrastruktur) yang belum tersedia, harga RV sekarang masih terbilang "mahal" bila dibandingkan dengan harga mobil biasa. Apalagi, sifat "pamer" yang masih dimiliki (mungkin sebagian kecil) orang, sehingga kalau membeli RV kayaknya kurang bergengsi dibanding dengan membeli mobil biasa. 
Kecuali mungkin kalau ada pengusaha yang berani menjual RV dengan DP 0%, plus instagrammable, maka bisa jadi dagangannya akan laris manis.  
Kita tunggu saja.


Venue pameran

2017年11月3日金曜日

Jalan2 ke Tokyo Motor Show 2017

Pintu masuk TMS 2017
Di Odaiba (tepatnya di Tokyo Big Sight), dari tanggal 27 Oktober - 5 November 2017 berlangsung event Tokyo Motor Show (TMS).
Dalam event 2 tahunan ini, selain kita bisa menyaksikan perkembangan teknologi otomotif dan teknologi penunjang yang lain, kita juga bisa menyaksikan secara langsung bagaimana wujud kendaraan (terutama mobil konsep) di masa depan.
Tema TMS tahun ini adalah "Mari Menggerakkan Dunia dari sini. Beyond The Motor."
Saya mempunyai kesempatan mengunjungi event tersebut Sabtu tanggal 28 Oktober yang lalu. Walaupun cuaca mendung, yang kemudian berubah menjadi hujan, namun tidak menghalangi orang2 yang berniat ingin menyaksikan acara tersebut. Ini bisa disaksikan dengan barisan orang berjejal mengular dari saat keluar stasiun terdekat (Stasiun Kokusaitenjijoumae) sampai ke tempat acara dilangsungkan.
Ada 14 perusahaan Jepang yang bergerak dalam bidang otomotif ikut dalam event ini. Disamping itu, ada beberapa peserta dari luar Jepang, diantaranya dari Jerman, Perancis dan Swedia. Selain memamerkan mobil terbaru yang sudah maupun akan dirilis (dipasarkan) untuk umum, mereka juga memamerkan beberapa mobil prototype (concept) nya, yang sebagian merupakan mobil yang baru pertama kali dipamerkan pada publik Jepang maupun dunia.
Tiket masuk TMS 2017
Evolusi Dunia Otomotif
Sebenarnya, kearah manakah perkembangan industri otomotif (khususnya mobil) akan bergerak ?
Ada beberapa teknologi penunjang industri otomotif yang sedang dikembangkan saat ini.
Yang pertama adalah teknologi yang berusaha menggantikan bahan bakar fosil, karena selain jumlahnya terbatas, akibat yang ditimbulkan dari hasil proses pembakarannya bisa berdampak buruk terhadap lingkungan. Beberapa teknologi kemudian lahir untuk mewujudkan hal tersebut. Diantaranya, kita mengenal teknologi Electric Vehicle (EV atau mobil listrik) yang sudah dikembangkan sejak beberapa tahun yang lalu. Kemudian kita juga tahu Fuel Cell Vehicle (FCV atau sel bahan bakar) yang ramah lingkungan karena tidak menghasilkan gas C02 dalam proses pembakarannya. 
Zagato IsoRivolta Vision Gran Turismo
Berikutnya, teknologi informasi juga merambah bidang otomotif. Jepang dan beberapa negara maju lainnya sedang mengembangkan teknologi "Connected Car". "Connected" atau terhubung disini, bukan hanya terbatas pada menghubungkan (koneksi) antara mobil dengan jaringan (network atau cloud) saja. Namun juga ada tambahan untuk koneksi yang lain, diantaranya koneksi antar-mobil, koneksi antara mobil dengan infrastruktur (misalnya dengan lampu lalulintas), dan yang paling penting adalah koneksi antara mobil dengan orang (pengguna/user).
Gambaran Connected Car yang disajikan dengan proyeksi di layar 360 derajat
Lalu ada beberapa teknologi penjunjang penting lainnya, misalnya teknologi sensor yang mendukung kendaraan untuk bisa self-driving, maupun untuk meningkatkan keselamatan driver, misalnya untuk menghindari orang atau benda yang tiba2 muncul di depan kendaraan. Kemudian ada teknologi kecerdasan buatan (AI), dimana di masa depan misalnya mobil bisa mengatur posisi duduk, setir, pendingin, audio (musik) dan lainnya secara otomatis menyesuaikan dengan keadaan atau suasana hati dari sang driver sehingga dia dapat merasa nyaman berkendara.
Dengan berbagai macam teknologi tersebut, ada kemungkinan dalam waktu yang tidak lama lagi, pandangan kita akan apa yang biasa kita sebut kendaraan (mobil) akan berubah total. Selama ini kita memandang mobil hanya sebuah alat yang membantu manusia untuk bergerak (mobilitas) dari suatu tempat ke tempat yang lain. Interaksi yang terjadi selama perjalanan dengan mobil, bisa dikatakan hanya satu arah, yaitu misalnya driver menyetir mobil, mengatur posisi duduk, menyalakan AC dan lainnya.
Bagaimana evolusi di dunia otomotif sampai saat ini ?
Tokyo Motor Show 2017
Ada beberapa catatan saya tentang 5 perusahaan otomotif Jepang peserta TMS 2017 yang namanya tentu sudah tidak asing lagi bagi pembaca.
Yang pertama adalah Toyota. Tahun ini, stan Toyota mengusung tema "Start Your Impossible".
Toyota menghadirkan konsep baru yang bernama "Toyota Concept Ai" (Ai ditulis dalam kanji yang berarti Cinta). Jika selama ini, manusia yang mencurahkan "cinta" nya pada mobil (misalnya dibawa ke bengkel untuk maintenance atau dihiasi dengan pernak-pernik), maka kedepannya, kendaraan (mobil) lah yang akan mencurahkan perhatiannya kepada manusia. 
Toyota Concept Car 愛-i 
Di dalam video yang ditayangkan di stan, ada adegan dimana mobil berkomunikasi/berinteraksi dengan orang (driver) dengan isi percakapan antara lain bertanya apa rencana si pengemudi hari ini, kemudian mobil bisa memberikan rekomendasi sesuai dengan rencananya itu. Lalu mobil juga bisa menampilkan foto2 kenangan untuk memberi semangat jika pengemudi sedang galau, lalu memutarkan musik favorit sepanjang perjalanan. Jika kelihatannya sang driver lelah, maka mobil bisa menawarkan diri untuk menggantikan posisi driver mengemudikan kendaraan sampai ke tempat tujuan.
Crown Concept Car 
Toyota ingin menunjukkan bahwa mobil bukan hanya sebatas mesin, tapi merupakan partner manusia. Teknologi AI mempunyai peranan penting untuk mewujudkan hal ini. Mobil seperti belajar (Learn) tentang bagaimana tipe/sifat manusia yang sedang mengendarai mobil dan emosinya saat itu. Mobil juga bisa melindungi (Protect) pengemudi dengan bantuan berbagai macam sensor yang tertanam. Misalnya menghindari batu ketika mobil sedang berjalan, atau mengerem ketika ada orang di belakang mobil waktu memarkir atau keluar dari garasi. Mobil juga bisa memberikan saran atau masukan tentang berbagai macam hal. Bahkan mobil bisa melayani percakapan dengan pengemudi (Inspire).
Selain itu, Toyota juga memamerkan kendaraan FCV yang bernama Free Comfort Ride dan mobil sport konsep GR HV Sport. Tak lupa, ada mobil Crown terbaru yang masih merupakan konsep dan mobil New Century turut dipajang di area Toyota. Kedua mobil ini (termasuk beberapa mobil lain) merupakan mobil yang pertama kali dipamerkan kepada publik/dunia (World Premiere).
Toyota New Century 
Kemudian Nissan di pameran kali ini mencanangkan visinya kedepan berdasarkan pada "Nissan Intelligent Mobility". Nissan dengan teknologi radar yang canggih, kamera, sensor dan laser scannernya mewujudkan kemampuan pemindaian 360 derajat di sekeliling kendaraan yang bisa menjamin keselamatan pengemudi. Kemudian Nissan juga memanfaatkan teknologi AI, yang diharapkan bisa memprediksi apa saja bahaya yang mungkin terjadi di perjalanan. Jika teknologi ini sudah matang dan kemudian bisa diimplementasikan, maka pengendara tidak usah repot2 untuk menegangkan saraf di kelima indra-nya saat mengemudi, karena mobil bisa jalan/mengemudi sendiri dengan full automatic drive.
Nissan Intelligent Mobility
Subaru memamerkan konsep kendaraan sport yang dinamai Subaru Viziv Performance Concept. Viziv adalah kata buatan yang berasal dari kata2 "Vision for Innovation". Subaru kita kenal dengan mobil2 nya yang merajai berbagai event rally di seluruh dunia. Konsep mobil sport yang dipamerkan dibuat berdasarkan filosofi desain Subaru, yaitu "Dynamic x Solid". Dimana bentuk mobilnya yang kekar dan juga desain yang aerodinamis mengesankan bahwa mobil akan bisa melesat dengan cepat. Namun, Subaru juga tidak melupakan kenyamanan serta keselamatan pengemudi saat berkendara. 
Subaru Viziv Performance Concept 
Berbeda dengan perusahaan otomotif Jepang lainnya, Honda memberi fokus kepada produk mobil EV dalam pemeran tahun ini. Ini bisa dimaklumi karena Honda menargetkan bahwa sampai dengan tahun 2030, 2/3 dari produksi mobilnya adalah mobil EV. Ada 3 jenis produk utama mobil EV Honda dengan motor penggerak rancangan baru yang dipamerkan, yaitu mobil EV tipe sport, urban dan Honda NeuV. Tentunya produk2 mobil Honda ini juga dilengkapi dengan teknologi AI yang diberi nama "Honda Automated Network Assistant". 
Honda dengan Concept EV car
Mazda memamerkan mobil konsepnya yang bernama "Kai". Mobil berbahan bakar bensin ini dilengkapi dengan mesin keluaran baru yang bernama "Skyactiv-X". Mesin ini diharapkan bisa menjadi mesin yang paling irit bensin namun mempunyai performance yang tinggi. Mesin ini ditunjang dengan arsitektur (platform mobil) yang bernama "Skyactiv Vechile Architecture", yang bisa menganalisa gerak dari pengemudi sehingga diharapkan bisa mewujudkan kenyamanan pengemudi dalam berkendara.
Stan Mazda. Mobil konsep Kai ada di belakang berwarna merah
Selain mobil, ada kendaraan lain misalnya truk, motor dan bus yang dipamerkan. Juga ada beberapa produsen akserori mobil, sound system, dan beberapa produsen komponen mobil dan teknologi lain yang menunjang industri otomotif ikut serta dalam pameran. Untuk anak2, mereka dihibur dengan mainan mobil2-an dari produsen mainan Tomica. Stan Tomica dilengkapi dengan arena permainan anak2, sehingga mereka bisa bermain langsung. Tomica juga merilis mainan mobil2-an khusus dengan tulisan TMS2017 yang hanya dijual saat pameran berlangsung.
EV Car I.D.Buzz dari VW
Ada pula acara menarik lainnya yang dinamakan "Tokyo Connected Lab 2017". Dalam acara ini, pengunjung bisa turut ambil bagian, misalnya untuk menyetir mobil secara virtual bersama dengan 30 user lain, melihat wajah Tokyo masa depan lengkap dengan kendaraan maupun transportasinya yang disajikan dalam teater dome dimana proyeksi film disajikan 360 derajat. Selain itu, pengunjung juga bisa mencoba mengendarai secara langsung produk mobil terbaru dari masing2 perusahaan di area yang sudah disediakan.
BMW Concept 8 Series
Ada applikasi khusus untuk TMS kali ini, yang bisa diunduh melalui Apple Store atau Google Play. Dengan applikasi ini, pengunjung bisa melihat jadwal presentasi di masing2 stan sekaligus mendaftar secara online untuk ikut mendengar presentasi. Atau pengunjung juga bisa reservasi secara online untuk mencoba secara langsung naik mobil/motor yang disediakan di area khusus. Pengunjung juga bisa melihat suasana kepadatan masing2 stan, dimana teknologi sensor panas digunakan, kemudian informasi ini disajikan di layar gawai secara real time.
Bagaimana masa depan otomotif ?
Di pusat kota seperti Tokyo, transportasi umum sudah tersedia secara baik. Namun, mobil pribadi masih tetap dibutuhkan. Penduduk Tokyo juga masih membeli mobil baru, walaupun mereka hanya memakai mobil itu sekali seminggu atau bahkan sebulan.
Mercedes-Benz
Kita juga tidak tahu bagaimana "mobil" yang kita kenal bentuk dan fungsinya sekarang akan ber-evolusi di masa yang akan datang. Walaupun perusahaan2, terutama perusahaan Jepang sudah mencoba memberikan gambaran tentang bagaimana "wujud" kendaraan kita di masa depan dalam event TMS tahun ini. Perusahaan2 itu tentunya juga sedang mencari, bagaimana bentuk kendaraan yang tepat bagi pengguna dimasa datang, dengan tidak mengesampingkan fungsi dan esensi utama dari mobil. 
Audi R8 V10
Selama ini, sesuai namanya, mobil, digunakan untuk mobilitas manusia. Dimasa depan, selain digunakan untuk menggerakkan manusia, mobil juga diharapkan bisa menggerakkan "perasaan" manusia. Mobil, diharapkan bisa ber-evolusi dari sekedar "alat", dengan bantuan teknologi yang berkembang saat ini, fungsinya kemudian bisa bertambah untuk bisa menjadi "partner" manusia.
Lalu, kapan itu semua bisa terwujud? Mari kita tunggu bersama-sama.
Lautan Manusia menunggu masuk area pameran