2018年1月6日土曜日

Are You Happy ?

Terbang mencari kebahagiaan (Foto Migrasi Burung di Nagano)
"Selamat Tahun Baru. Saya bergembira karena bisa merayakan Tahun Baru bersamaanda sekalian. Harapan saya, semoga di tahun ini, ada lebih banyak orang bisahidup tenang dengan hati yang tentram. Memasuki awal tahun ini, saya berdoa untuk kebahagiaan kita dan bangsa2 di dunia."
Itulah kata2 dari Kaisar Jepang dalam acara tahunan setiap awal tahun (tanggal 2 Januari) dari balkoni di chouwaden, di dalam komplek kediaman Kaisar di Tokyo, menyambut masyarakat yang datang ke sana.
Seorang Kaisar sampai berdoa demi kebahagiaan rakyat dan bangsa2. Lalu, kita pun tentunya mempunyai pertanyaan, "Apakah bahagia itu ? Bagaimana kita bisa (merasa) bahagia ?" 
Tiap orang tentu mempunyai ukuran dan parameter sendiri tentang apa yang bisa membuat dirinya menjadi (atau setidaknya merasa) bahagia. Tentunya, ukuran bahagia dari seseorang juga relatif, tidak dapat langsung diterapkan pada orang lain. Artinya, kalau satu orang itu misalnya merasa bahagia ketika dia makan enak (enak menurut definisinya sendiri), belum tentu orang lain bisa merasa bahagia jika dia makan makanan yang sama (disamping rasa "enak" sendiri juga relatif).
Bahagianya anak-anak
Menurut hasil survei yang dirilis tahun 2015 oleh OECD sebagai hasil pengumpulan data dari anak2 usia 15 tahun dalam program yang bernama PISA, dari 47 negara yang menjadi objek pengumpulan data, Republik Dominika dan Meksiko berada urutan paling atas untuk tingkat rasa kebahagiaan yang dirasakan. Hasil ini mengungguli negara2 maju seperti Finlandia, Perancis, Amerika dan lainnya. Jepang sendiri ada pada urutan terburuk 5 besar, sedikit lebih baik bila dibandingkan dengan negara tetangga seperti Korea, Taiwan maupun Hongkong, yang berada di urutan di bawahnya.
Apa yang menjadi alasan anak2 itu merasa bahagia di negara2 yang kita tahu angka kemiskinan dan juga kejahatannya masih tinggi tersebut?
Ternyata, alasannya sederhana saja, seperti juga kita tahu, kebanyakan dari anak2 masih mempunyai pola pikiran yang sederhana. Mereka merasa bahagia karena bisa bersama orang2 yang mereka sayangi dan orang yang bisa mereka percaya, yaitu orang tua maupun juga teman2 di sekelilingnya. 
Hal lain yang menunjang rasa bahagia anak2 itu adalah, tingkah laku dari para orang tua mereka yang selalu menanamkan sikap kepada anak2nya, bahwa kalau ada kesulitan dalam hidup, hadapilah dengan senyum. Kita juga tahu bahwa masyarakat di dua negara tersebut selalu ceria dan sering tertawa lebar (dan sering pula menari dalam tiap kesempatan).
Kebahagiaan memang tidak dapat diukur dengan berapa banyak barang/benda yang kita miliki (yang sifatnya jasmani atau materi), namun ukurannya adalah bagaimana kita bisa merasa puas dan gembira serta bahagia secara psikis (spiritual).
Orang memang selalu mencari dan mendefinisikan apa itu rasa bahagia, terutama ketika kemudian orang tahu bahwa materi melulu tidak membuat orang bisa bahagia. Pencarian definisi dan tentunya menemukan rasa bahagia itu kian giat dilakukan beberapa tahun terakhir, yang paling segar dalam ingatan kita terutama setelah ketika krisis moneter yang melanda dunia akibat bangkrutnya Lehman Brothers Holdings, yang peristiwanya kita kenal dengan istilah Lehman Shock di tahun 2008 yang lalu. Kita bisa belajar dari peristiwa ini bahwa "materi" itu bisa hilang atau lenyap sewaktu-waktu, dan terutama segala kepuasan yang berasal dari "materi" tidaklah kekal.
Pencarian terkadang adalah proses panjang yang berliku (Foto Oze National Park di Musim gugur)
GDP bukan segala-galanya
Sebuah survei tentang perasaan "bahagia" juga dilakukan oleh perusahaan research WIN Gallup di tahun 2016, dimana hasilnya menempatkan negara Fiji sebagai negara yang penduduknya mepunyai tingkat perasaan bahagia terbanyak di dunia. Ssttt, di hasil survei yang sama, ternyata Indonesia menempati urutan 5 besar lho. 
Sayangnya, saya tidak berhasil menemukan di laman mereka, bagaimana cara mereka atau apa yang ditanyakan (kriteria "bahagia" nya apa) dalam survei.
Namun yang pasti, GDP sebagai ukuran kemakmuran suatu negara, tidak berbanding lurus dengan rasa "bahagia" yang bisa dirasakan oleh penduduk negara tersebut, setidaknya dari data hasil survei diatas. Negara2 seperti Amerika, dan negara maju yang lain di Eropa termasuk Jepang yang mempunyai GDP tinggi, hanya bertengger di tengah2 dalam hasil survei dari WIN Gallup, "dikalahkan" oleh negara2 berkembang.
Tapi, ada berita menarik dari Nikkei di akhir tahun lalu yang menyebutkan bahwa di tahun 2050 nanti, GDP Indonesia akan naik pesat dan menduduki peringkat 4 dunia melebihi Jepang ! 
Kalau itu terjadi, lalu bagaimana hasil dari WIN Gallup di tahun tersebut (jika survei diadakan lagi) nantinya ? Akankah rasa "kebahagiaan" orang akan berkurang dan peringkat Indonesia akan turun di hasil survei itu nantinya ? Kita tunggu saja.
Perubahan pola hidup masyarakat
Perasaan bahagia (shiawase) di Jepang, juga mengalami perubahan secara signifikan. Di akhir era Showa dan awal era Heisei, biasanya orang Jepang senang untuk berkumpul dan bergembira dengan kelompok orang dalam jumlah besar.
Seperti misalnya pergi ke karaoke bersama, atau makan bersama dengan lebih dari 10 orang. Di akhir era Heisei (catatan : April 2019 Kaisar Jepang yang sekarang akan lengser dan nama Heisei juga akan berganti), orang lebih senang dan merasa bahagia kalau sendirian, misalnya bertamasya sendirian, karaoke sendirian dan makan sendirian. 
Hal ini tentunya juga diantisipasi oleh pelaku bisnis, sehingga saat ini di situs2 pemesanan tamasya (akomodasi), penyedia jasa meng-iklankan besar2-an dan terkadang memberikan korting untuk orang yang akan berpergian sendiri. Juga di tempat2 karaoke, bahkan di tempat2 makan yang biasanya orang makan beramai2 seperti menikmati shabu2 atau yakiniku, sekarang tidak jarang restoran menyediakan kursi untuk orang yang datang sendirian.
"Ohitorisama" adalah istilah bahasa Jepang bagi orang yang melakukan segala sesuatunya sendiri (an), misalnya pergi ke restoran, tempat hiburan, dll. Istilah ini pernah dipilih sebagai salah satu kandidat istilah yang populer di Jepang beberapa tahun yang lalu. Pilihan kenyamanan atau merasa lebih "bahagia" jika sendiri, juga bisa dilihat dari angka tanshinsetai (orang yang memilih untuk hidup sendirian, tidak kawin selamanya) yang meningkat dari tahun ke tahun.
Teknologi yang berkembang pesat saat ini juga menjadi salah satu penyebab (atau berpengaruh pada) berubahnya pola hidup masyarakat. Misalnya, dengan tersedianya jaringan komunikasi (data) yang cepat dan merata, maka orang sudah tidak perlu lagi pergi jauh2 untuk misalnya belanja bersama teman. Cukup dengan beberapa klik dengan komputer atau gawai, mereka sekarang sudah bisa berbelanja dengan mudah dan praktis, sendiri (an).
Para penyedia jasa hiburan seperti karaoke dan film sekarang juga bisa menyediakan jasa hiburan melalui jaringan, sehingga orang tidak perlu lagi susah2 keluar rumah (plus keluar biaya untuk transportasi) untuk menikmatinya. Para penyedia jasa ini sekarang menyediakan layanannya melalui internet dengan biaya (bulanan) yang murah, sehingga lagi2 orang lebih cenderung untuk menikmatinya sendiri (an).
Smartphone yang merupakan salah satu produk teknologi, juga menjadi salah satu sebab orang lebih sering merasa nyaman dan "bahagia" sendirian. Bahkan saat bertemu dengan teman atau kerabat, orang lebih keranjingan (asyik) memainkan smartphone, daripada mencoba berkomunikasi dengan orang2 yang secara fisik nyata dan berada di sekitarnya. Lalu, orang juga lebih condong untuk menonjolkan dirinya sendiri, misalnya dengan swafoto (selfie). 
Atau, bisa kita lihat di sekeliling sewaktu kita pergi ke warung makan (restoran) bahwa mereka lebih sibuk dan konsentrasi untuk memfoto makanan supaya bisa di posting di sosial media dan mendapat "like" yang banyak untuk kepuasan dirinya sendiri, ketimbang menikmati makanannya sambil ngobrol dengan teman makan.
Sendirian kadang mengasyikkan (Foto orang bermain kayak di Danau Okutama)
Temukan kebahagiaan anda sendiri
Jaman sekarang, dengan semakin majunya teknologi, maka orang akan lebih sulit untuk menjadi "dirinya" sendiri. Jika sedang ramai2 nya orang mendengarkan suatu jenis lagu atau musik, maka jika tidak ikut2 an maka dia akan merasa terkucil. Jika tidak memakai baju yang sedang tren atau tidak menggunakan gawai terbaru, maka dia akan merasa minder. Jika postingan di instagram atau facebook sedikit yang melihat atau memberi "jempol", maka rasa gelisah dan rasa kesepian akan melanda.
Tidak semua yang berbau "sendiri", itu jelek atau negatif. Salah satu yang positif adalah, menjadi "diri sendiri", walaupun untuk bisa begitu diperlukan keberanian (yang tidak mudah bagi sebagian orang). 
Bahkan, terkadang memang diperlukan suatu waktu bagi kita untuk menyendiri dan berdialog dengan diri sendiri. Rasa kesepian yang melanda seseorang, salahsatu sebabnya adalah orang tidak bisa berdialog dengan diri sendiri, menurut Hannah Arendt, seorang filsuf Jerman. Olehkarena itu kita kadang merasa kesepian walaupun berada di keramaian. Rasa sepi ini, menurut Hannah, adalah karena kita tidak bisa (tidak biasa) berdialog dengan diri sendiri, bukan karena kita secara fisik sendiri (an).
Rasa bahagia juga jangan dibandingkan atau meniru dengan apa yang menjadi ukuran kebahagiaan orang lain. Sebab seperti yang saya sudah tulis diawal, standar orang pasti berbeda-beda untuk ukuran apa yang dia rasakan sebagai suatu kebahagiaan.
Maka, temukanlah dan carilah sesuatu yang menjadi sumber rasa bahagia pembaca sendiri, bukan hasil contekan maupun hasil ikutan tren. Yang terpenting, kalau kita bahagia maka kemungkinan kebahagiaan kita bisa menular kepada orang lain. Namun ada catatan kecil, kita harus menjadi (atau merasakan jadi) orang yang bahagia dahulu, sebelum kita bisa  membuat bahagia orang lain.
Mulailah pencarian itu sekarang, karena belum terlambat. Sebab, kita baru saja membuka lembaran baru tahun 2018. 
Selamat Tahun Baru 2018 dan selamat mencari.....

2017年11月27日月曜日

Keindahan Momiji di Musim Gugur dan "Rasa" Orang Jepang

Musim Gugur di Kuil Kuhonbutsu Joushinji
Momiji adalah kata yang sering terucap di musim gugur. Kata ini adalah untuk menggambarkan daun-daun yang berwarna-warni terutama warna merah dan kuning. Kata momiji ini sebenarnya berasal dari kata momiizu (memeras,melumat), yang merupakan bagian dari salah satu proses untuk membuat warna dengan cara memeras bunga Benibana (Carthamus tinctorius). Benibana yang diperas/dilumat di air dingin dengan pH normal menghasilkan warna kuning, dan jika diperas di air dengan pH tinggi maka akan menghasilkan warna merah.
Kata momiizu ini, seiring dengan berjalannya waktu, berubah menjadi momiji. Seperti kita tahu, warna momiji memang sebagian besar adalah merah dan kuning. Lalu ada istilah momijigari, yang berarti pergi ke suatu tempat (misalnya ke gunung atau taman) untuk melihat dan menikmati momiji.
Kuil Shoutengu Saikouji di Mino, Oosaka
Negara dengan 4 musim
Jepang adalah negara yang mempunyai 4 musim. Masing-masing musim sangat unik dan punya ciri khas tersendiri.
Musim semi (haru) adalah musim dimulainya kehidupan baru setelah musim dingin yang panjang. Mulai tumbuhnya dedaunan yang berwarna hijau, dan bermekarannya bunga-bunga melambangkan dimulainya kehidupan itu sendiri. Kegembiraan adalah lambang dari musim semi, dimana masyarakat berbondong-bondong pergi untuk melihat keindahan bunga, bergembira dan bersuka-ria sambil makan dan minum. Kebiasaan ini disebut ohanami, yang umumnya digunakan sebagai istilah untuk melihat dan menikmati bunga Sakura, yang merupakan simbol musim semi.
Musim panas (natsu) dengan suhu udara yang tiggi dan lembab serta banyaknya aktivitas yang terjadi di masyarakat misalnya dengan banyaknya festival atau perayaan yang dilaksanakan di kuil ataupun di tempat umum, melambangkan kekuatan serta energi yang dimensinya agak lain dari musim semi.
Musim dingin (fuyu) dengan hamparan salju putihnya yang luas membentang sejauh mata memandang, melambangkan kesunyian dan kesendirian.
Lalu, bagaimana dengan musim gugur (aki) ?
Pohon Ichou di Joushinji Kouin
Musim gugur dan perasaan orang Jepang
Berbeda dengan musim yang lain, keindahan musim gugur mempunyai keunikan tersendiri. Keunikan yang utama adalah ditandai dengan bermunculannya momiji, yang dimulai dari utara di Pulau Hokkaido, karena pergerakan suhu udara yang dingin dimulai dari daerah ini. Kemudian momiji sedikit demi sedikit bergeser ke arah selatan, dimulai dari Tohoku, lalu ke Kanto, Chubu dan seterusnya ke arah Kyushuu.
Disatu sisi, momiji sangat indah dan keindahannya bisa membuat kita berdecak kagum. Namun di lain sisi, sewaktu kita melihat momiji, kita sekaligus diingatkan bahwa musim dingin yang sepi dan panjang akan segera tiba.
Keindahan musim gugur memang sulit untuk didefinisikan dengan kata-kata. Warna-warni momiji memang terlihat sangat memikat. Warna dari momiji bisa seperti itu karena semua faktor pendukungnya (misalnya kontras suhu udara di siang dan malam hari) terpenuhi.
Momiji berguguran di Kolam ikan di Tonogayato Park
Daun-daun pepohonan yang berwarna merah, kuning, dan warna lainnya bergetar diterpa tiupan angin. Daun yang berwarna-warni ini bak origami, dimana ada daun yang kuat bertahan di rantingnya, namun ada juga daun yang tidak kuat lalu jatuh perlahan ke pelukan bumi bersama angin. Dimusim ini, seperti kain nishiki tanmono yang indah, dunia seperti dilukis dengan alam sebagai kuas dan sekaligus kanvas nya.
Namun, bagi orang Jepang, bukan warna-warni itu yang penting. 
Ungkapan perasaan orang Jepang dengan kebiasaan dan budaya mereka untuk menikmati musim gugur dengan mata-lah yang terpenting. Kebiasaan melihat dan menikmati momiji mungkin menjadi salah satu sifat khas dari orang Jepang.
Orang Jepang memang dari jaman dahulu kala suka akan musim gugur, dan segala sesuatu yang berhubungan dengannya. Misalnya saja, suara angin yang menerpa dedaunan, atau sinar matahari yang bersinar dengan sudut yang lebih kecil/rendah (dibandingkan dengan musim panas) yang menyebabkan bayangan benda menjadi lebih panjang sekaligus sinar mataharinya terasa hangat namun tidak begitu menyengat kulit.
Masyarakat berbondong-bondong melihat momiji di Toufukuji, Kyoto 
Kesukaan orang Jepang akan musim gugur, salah satunya sebabnya adalah rasa tenang/aman yang dapat mereka rasakan karena musim panas yang "menyiksa" dengan suhu dan kelembapan tingginya sudah lewat. Namun, ada juga sedikit perasaan "nostalgia" yang mereka rasakan. Karena mereka juga tahu, musim dingin yang sepi dan panjang akan segera tiba. Perasaan itu sudah bisa dirasakan di dalam memori mereka setiap tahun.
Itulah sebabnya sebelum memasuki musim dingin, mereka menenangkan perasaanya dengan menikmati keindahan momiji, yang hanya bisa mereka lalukan di musim gugur.
Musim gugur di kuil Takahata Fudou
Musim gugur dan seni serta budaya
Musim gugur di Jepang disebut juga sebagai musim seni serta budaya.
Kita bisa dengan mudah menemukan pertunjukan berbagai macam kesenian, mulai dari yang tradisional seperti pertunjukan Noh, Kabuki, musik gagaku , maupun seni modern seperti konser musik, mulai dari musik klasik, pop dan berbagai genre yang lain.
Berbagai museum seni maupun galeri, baik yang besar maupun kecil, juga berlomba-lomba untuk membuka pameran dengan menampilkan berbagai macam karya seni dari berbagai medium, mulai dari lukisan, foto dan bentuk seni lain yang merupakan hasil karya dari seniman lokal maupun internasional.
Musim gugur di Kuil Eigenji
Kita juga bisa menemukan berbagai ungkapan dalam bahasa Jepang untuk menggambarkan musim gugur.
Misalnya ungkapan akakuchiba, yang melambangkan warna orange namun dengan nuansa merah tua yang pekat. Ungkapan ini sudah digunakan sejak jaman Heian (sekitar tahun 700 sampai 1000 masehi).
Lalu ada ungkapan ukon-iro, yang melambangkan warna kuning keemasan. Warna ini sangat disukai di jaman Edo (sekitar tahun 1600 sampai 1800). Warna ini juga melambangkan keberuntungan,sehingga banyak digunakan sebagai warna untuk dompet dan furoshiki (kain panjang untuk membungkus barang).
Daun berguguran di dekat rumah
Upacara minum teh di luar (disebut nodate) juga bisa ditemui di taman-taman dalam kota Tokyo seperti di Hamarikyuu atau di Koishikawa Kourakuen (juga di berbagai tempat di seluruh Jepang). Menikmati teh diluar menyatu dengan alam memang mempunyai sensasi tersendiri. Saya pernah ikut serta beberapa kali dalam acara ini. Kehangatan dan bau harum dari daun teh selain membuat tubuh terasa hangat, kita juga bisa merasa agak rileks. Hal ini sangat membantu karena suhu udara di musim gugur terasa dingin dibadan (khususnya untuk orang kelahiran daerah tropis seperti saya). Disamping itu, sambil menikmati teh, mata kita juga terhibur karena bisa menikmati keindahan dari momiji. 
Siapa saja bisa ikut serta acara ini dengan membayar sekitar 100 sampai 300 yen. Mungkin pembaca juga bisa mencobanya kalau kebetulan sedang berada di Jepang waktu musim gugur.
Musim gugur di Oume Keikoku
Musim gugur juga digunakan sebagai komponen dalam penyusunan kata-kata di waka(puisi klasik Jepang). Di dalam waka, mereka menggunakan kata-kata yang berhubungan dengan musim gugur, beberapa diantaranya seperti kata momiji, tsuki(bulan), urokogumo(awan berbentuk sisik), shika (kijang, yang musim kawinnya adalah di musim gugur).
Pohon Ichou di Kuil Sanmiya
Musim gugur juga menjadi inspirasi bagi penyair seperti  Yosano Akiko, Masaoka Shiki, Higuchi Ichiyou, Ishikawa Takuboku dan lainnya.  Mereka menulis puisi yang isinya atau inspirasinya datang/berhubungan dengan musim gugur. Salah satu bait puisi yang saya suka dan berhubungan dengan musim gugur adalah puisi karangan Yosano Akiko, yang berbunyi "wakaki mi no koi suru yauni aki no kumo ugokimo tomazu honoka naredomo". Yang intinya melukiskan orang muda yang jatuh cinta, adalah seperti awan di musim gugur. 
Ada juga ungkapan bahasa Jepang  "onna gokoro to, aki no sora" yang mempunyai arti, hati wanita itu seperti langit musim gugur. Sebagai catatan, pemahaman orang Jepang adalah, langit musim gugur itu tidak bisa diduga karena gampang berubah. Bagaimana pembaca ? Benar apa tidak nih ?
Musim gugur di Kayano Kougen (Foto medium format /velvia)
Penutup
Di Jepang, ada lagu yang populer dengan judul "lagu 4 musim", yang isinya menceritakan bagaimana sifat-sifat orang yang suka masing-masing musim ditambah dengan perasaan atau relasi hubungannya dengan orang lain. 
Di musim semi dikatakan seperti teman, musim panas seperti ayah, musim dingin seperti ibu. 
Nah, uniknya, musim gugur dikatakan seperti "pacar !"
Berbeda dengan musim lain yang sebagian besar kita paham (teman, ayah, ibu), pacar, adalah sesuatu yang mungkin sulit untuk kita pahami (entah kalau pacarannya sudah lama..hehehe).
Di lagu itu dikatakan, orang yang suka akan musim gugur mempunyai perasaan yang dalam (suka memikirkan secara detail segala sesuatu). Dan orang yang suka musim gugur kata-katanya puitis, sarat dengan kata cinta seperti puisi karangan Heine (penyair kelahiran Jerman).
Bagaimana dengan pembaca ? Musim apa yang pembaca suka ?
Daun berguguran di taman dekat rumah 

2017年11月3日金曜日

Jalan2 ke Tokyo Motor Show 2017

Pintu masuk TMS 2017
Di Odaiba (tepatnya di Tokyo Big Sight), dari tanggal 27 Oktober - 5 November 2017 berlangsung event Tokyo Motor Show (TMS).
Dalam event 2 tahunan ini, selain kita bisa menyaksikan perkembangan teknologi otomotif dan teknologi penunjang yang lain, kita juga bisa menyaksikan secara langsung bagaimana wujud kendaraan (terutama mobil konsep) di masa depan.
Tema TMS tahun ini adalah "Mari Menggerakkan Dunia dari sini. Beyond The Motor."
Saya mempunyai kesempatan mengunjungi event tersebut Sabtu tanggal 28 Oktober yang lalu. Walaupun cuaca mendung, yang kemudian berubah menjadi hujan, namun tidak menghalangi orang2 yang berniat ingin menyaksikan acara tersebut. Ini bisa disaksikan dengan barisan orang berjejal mengular dari saat keluar stasiun terdekat (Stasiun Kokusaitenjijoumae) sampai ke tempat acara dilangsungkan.
Ada 14 perusahaan Jepang yang bergerak dalam bidang otomotif ikut dalam event ini. Disamping itu, ada beberapa peserta dari luar Jepang, diantaranya dari Jerman, Perancis dan Swedia. Selain memamerkan mobil terbaru yang sudah maupun akan dirilis (dipasarkan) untuk umum, mereka juga memamerkan beberapa mobil prototype (concept) nya, yang sebagian merupakan mobil yang baru pertama kali dipamerkan pada publik Jepang maupun dunia.
Tiket masuk TMS 2017
Evolusi Dunia Otomotif
Sebenarnya, kearah manakah perkembangan industri otomotif (khususnya mobil) akan bergerak ?
Ada beberapa teknologi penunjang industri otomotif yang sedang dikembangkan saat ini.
Yang pertama adalah teknologi yang berusaha menggantikan bahan bakar fosil, karena selain jumlahnya terbatas, akibat yang ditimbulkan dari hasil proses pembakarannya bisa berdampak buruk terhadap lingkungan. Beberapa teknologi kemudian lahir untuk mewujudkan hal tersebut. Diantaranya, kita mengenal teknologi Electric Vehicle (EV atau mobil listrik) yang sudah dikembangkan sejak beberapa tahun yang lalu. Kemudian kita juga tahu Fuel Cell Vehicle (FCV atau sel bahan bakar) yang ramah lingkungan karena tidak menghasilkan gas C02 dalam proses pembakarannya. 
Zagato IsoRivolta Vision Gran Turismo
Berikutnya, teknologi informasi juga merambah bidang otomotif. Jepang dan beberapa negara maju lainnya sedang mengembangkan teknologi "Connected Car". "Connected" atau terhubung disini, bukan hanya terbatas pada menghubungkan (koneksi) antara mobil dengan jaringan (network atau cloud) saja. Namun juga ada tambahan untuk koneksi yang lain, diantaranya koneksi antar-mobil, koneksi antara mobil dengan infrastruktur (misalnya dengan lampu lalulintas), dan yang paling penting adalah koneksi antara mobil dengan orang (pengguna/user).
Gambaran Connected Car yang disajikan dengan proyeksi di layar 360 derajat
Lalu ada beberapa teknologi penjunjang penting lainnya, misalnya teknologi sensor yang mendukung kendaraan untuk bisa self-driving, maupun untuk meningkatkan keselamatan driver, misalnya untuk menghindari orang atau benda yang tiba2 muncul di depan kendaraan. Kemudian ada teknologi kecerdasan buatan (AI), dimana di masa depan misalnya mobil bisa mengatur posisi duduk, setir, pendingin, audio (musik) dan lainnya secara otomatis menyesuaikan dengan keadaan atau suasana hati dari sang driver sehingga dia dapat merasa nyaman berkendara.
Dengan berbagai macam teknologi tersebut, ada kemungkinan dalam waktu yang tidak lama lagi, pandangan kita akan apa yang biasa kita sebut kendaraan (mobil) akan berubah total. Selama ini kita memandang mobil hanya sebuah alat yang membantu manusia untuk bergerak (mobilitas) dari suatu tempat ke tempat yang lain. Interaksi yang terjadi selama perjalanan dengan mobil, bisa dikatakan hanya satu arah, yaitu misalnya driver menyetir mobil, mengatur posisi duduk, menyalakan AC dan lainnya.
Bagaimana evolusi di dunia otomotif sampai saat ini ?
Tokyo Motor Show 2017
Ada beberapa catatan saya tentang 5 perusahaan otomotif Jepang peserta TMS 2017 yang namanya tentu sudah tidak asing lagi bagi pembaca.
Yang pertama adalah Toyota. Tahun ini, stan Toyota mengusung tema "Start Your Impossible".
Toyota menghadirkan konsep baru yang bernama "Toyota Concept Ai" (Ai ditulis dalam kanji yang berarti Cinta). Jika selama ini, manusia yang mencurahkan "cinta" nya pada mobil (misalnya dibawa ke bengkel untuk maintenance atau dihiasi dengan pernak-pernik), maka kedepannya, kendaraan (mobil) lah yang akan mencurahkan perhatiannya kepada manusia. 
Toyota Concept Car 愛-i 
Di dalam video yang ditayangkan di stan, ada adegan dimana mobil berkomunikasi/berinteraksi dengan orang (driver) dengan isi percakapan antara lain bertanya apa rencana si pengemudi hari ini, kemudian mobil bisa memberikan rekomendasi sesuai dengan rencananya itu. Lalu mobil juga bisa menampilkan foto2 kenangan untuk memberi semangat jika pengemudi sedang galau, lalu memutarkan musik favorit sepanjang perjalanan. Jika kelihatannya sang driver lelah, maka mobil bisa menawarkan diri untuk menggantikan posisi driver mengemudikan kendaraan sampai ke tempat tujuan.
Crown Concept Car 
Toyota ingin menunjukkan bahwa mobil bukan hanya sebatas mesin, tapi merupakan partner manusia. Teknologi AI mempunyai peranan penting untuk mewujudkan hal ini. Mobil seperti belajar (Learn) tentang bagaimana tipe/sifat manusia yang sedang mengendarai mobil dan emosinya saat itu. Mobil juga bisa melindungi (Protect) pengemudi dengan bantuan berbagai macam sensor yang tertanam. Misalnya menghindari batu ketika mobil sedang berjalan, atau mengerem ketika ada orang di belakang mobil waktu memarkir atau keluar dari garasi. Mobil juga bisa memberikan saran atau masukan tentang berbagai macam hal. Bahkan mobil bisa melayani percakapan dengan pengemudi (Inspire).
Selain itu, Toyota juga memamerkan kendaraan FCV yang bernama Free Comfort Ride dan mobil sport konsep GR HV Sport. Tak lupa, ada mobil Crown terbaru yang masih merupakan konsep dan mobil New Century turut dipajang di area Toyota. Kedua mobil ini (termasuk beberapa mobil lain) merupakan mobil yang pertama kali dipamerkan kepada publik/dunia (World Premiere).
Toyota New Century 
Kemudian Nissan di pameran kali ini mencanangkan visinya kedepan berdasarkan pada "Nissan Intelligent Mobility". Nissan dengan teknologi radar yang canggih, kamera, sensor dan laser scannernya mewujudkan kemampuan pemindaian 360 derajat di sekeliling kendaraan yang bisa menjamin keselamatan pengemudi. Kemudian Nissan juga memanfaatkan teknologi AI, yang diharapkan bisa memprediksi apa saja bahaya yang mungkin terjadi di perjalanan. Jika teknologi ini sudah matang dan kemudian bisa diimplementasikan, maka pengendara tidak usah repot2 untuk menegangkan saraf di kelima indra-nya saat mengemudi, karena mobil bisa jalan/mengemudi sendiri dengan full automatic drive.
Nissan Intelligent Mobility
Subaru memamerkan konsep kendaraan sport yang dinamai Subaru Viziv Performance Concept. Viziv adalah kata buatan yang berasal dari kata2 "Vision for Innovation". Subaru kita kenal dengan mobil2 nya yang merajai berbagai event rally di seluruh dunia. Konsep mobil sport yang dipamerkan dibuat berdasarkan filosofi desain Subaru, yaitu "Dynamic x Solid". Dimana bentuk mobilnya yang kekar dan juga desain yang aerodinamis mengesankan bahwa mobil akan bisa melesat dengan cepat. Namun, Subaru juga tidak melupakan kenyamanan serta keselamatan pengemudi saat berkendara. 
Subaru Viziv Performance Concept 
Berbeda dengan perusahaan otomotif Jepang lainnya, Honda memberi fokus kepada produk mobil EV dalam pemeran tahun ini. Ini bisa dimaklumi karena Honda menargetkan bahwa sampai dengan tahun 2030, 2/3 dari produksi mobilnya adalah mobil EV. Ada 3 jenis produk utama mobil EV Honda dengan motor penggerak rancangan baru yang dipamerkan, yaitu mobil EV tipe sport, urban dan Honda NeuV. Tentunya produk2 mobil Honda ini juga dilengkapi dengan teknologi AI yang diberi nama "Honda Automated Network Assistant". 
Honda dengan Concept EV car
Mazda memamerkan mobil konsepnya yang bernama "Kai". Mobil berbahan bakar bensin ini dilengkapi dengan mesin keluaran baru yang bernama "Skyactiv-X". Mesin ini diharapkan bisa menjadi mesin yang paling irit bensin namun mempunyai performance yang tinggi. Mesin ini ditunjang dengan arsitektur (platform mobil) yang bernama "Skyactiv Vechile Architecture", yang bisa menganalisa gerak dari pengemudi sehingga diharapkan bisa mewujudkan kenyamanan pengemudi dalam berkendara.
Stan Mazda. Mobil konsep Kai ada di belakang berwarna merah
Selain mobil, ada kendaraan lain misalnya truk, motor dan bus yang dipamerkan. Juga ada beberapa produsen akserori mobil, sound system, dan beberapa produsen komponen mobil dan teknologi lain yang menunjang industri otomotif ikut serta dalam pameran. Untuk anak2, mereka dihibur dengan mainan mobil2-an dari produsen mainan Tomica. Stan Tomica dilengkapi dengan arena permainan anak2, sehingga mereka bisa bermain langsung. Tomica juga merilis mainan mobil2-an khusus dengan tulisan TMS2017 yang hanya dijual saat pameran berlangsung.
EV Car I.D.Buzz dari VW
Ada pula acara menarik lainnya yang dinamakan "Tokyo Connected Lab 2017". Dalam acara ini, pengunjung bisa turut ambil bagian, misalnya untuk menyetir mobil secara virtual bersama dengan 30 user lain, melihat wajah Tokyo masa depan lengkap dengan kendaraan maupun transportasinya yang disajikan dalam teater dome dimana proyeksi film disajikan 360 derajat. Selain itu, pengunjung juga bisa mencoba mengendarai secara langsung produk mobil terbaru dari masing2 perusahaan di area yang sudah disediakan.
BMW Concept 8 Series
Ada applikasi khusus untuk TMS kali ini, yang bisa diunduh melalui Apple Store atau Google Play. Dengan applikasi ini, pengunjung bisa melihat jadwal presentasi di masing2 stan sekaligus mendaftar secara online untuk ikut mendengar presentasi. Atau pengunjung juga bisa reservasi secara online untuk mencoba secara langsung naik mobil/motor yang disediakan di area khusus. Pengunjung juga bisa melihat suasana kepadatan masing2 stan, dimana teknologi sensor panas digunakan, kemudian informasi ini disajikan di layar gawai secara real time.
Bagaimana masa depan otomotif ?
Di pusat kota seperti Tokyo, transportasi umum sudah tersedia secara baik. Namun, mobil pribadi masih tetap dibutuhkan. Penduduk Tokyo juga masih membeli mobil baru, walaupun mereka hanya memakai mobil itu sekali seminggu atau bahkan sebulan.
Mercedes-Benz
Kita juga tidak tahu bagaimana "mobil" yang kita kenal bentuk dan fungsinya sekarang akan ber-evolusi di masa yang akan datang. Walaupun perusahaan2, terutama perusahaan Jepang sudah mencoba memberikan gambaran tentang bagaimana "wujud" kendaraan kita di masa depan dalam event TMS tahun ini. Perusahaan2 itu tentunya juga sedang mencari, bagaimana bentuk kendaraan yang tepat bagi pengguna dimasa datang, dengan tidak mengesampingkan fungsi dan esensi utama dari mobil. 
Audi R8 V10
Selama ini, sesuai namanya, mobil, digunakan untuk mobilitas manusia. Dimasa depan, selain digunakan untuk menggerakkan manusia, mobil juga diharapkan bisa menggerakkan "perasaan" manusia. Mobil, diharapkan bisa ber-evolusi dari sekedar "alat", dengan bantuan teknologi yang berkembang saat ini, fungsinya kemudian bisa bertambah untuk bisa menjadi "partner" manusia.
Lalu, kapan itu semua bisa terwujud? Mari kita tunggu bersama-sama.
Lautan Manusia menunggu masuk area pameran

2017年10月9日月曜日

Menyaksikan "Kawaii" Hongkong di Tokyo

Suasana di daerah tenggara Hongkong yang dekat Victoria Harbour
Kalau pembaca pernah melihat drama/film Jepang, atau bahkan mengunjungi dan jalan2 di Jepang, tentunya sudah pernah mendengar kata "kawaii". Kawaii biasanya diucapkan kalau mereka melihat sesuatu yang unik, mungil dan menggemaskan. Orang yang mengucapkan kata itu, tidak terbatas pada wanita yang masih usia sekolah saja. Wanita dewasa (sudah bekerja dan berumah tangga), bahkan kaum lelaki pun boleh dan sah2 saja mengucapkan kata itu.
Kebudayaan "Kawaii"
Orang Jepang memang terampil membuat sesuatu yang kawaii (mungil), atau secara umum, orang Jepang terampil untuk membuat miniatur dari benda2 yang sudah ada. Bahkan orang Korea maupun Tiongkok mengakui ketrampilan orang Jepang tentang hal ini.
Misalnya begini. 
Pada jaman dahulu, kipas masuk ke Jepang dari Tiongkok, atau payung hujan masuk melalui perdagangan dengan orang2 Eropa. Bentuk kipas maupun payung-nya masih besar dan tidak begitu mudah untuk dibawa kemana-mana. Namun, oleh orang Jepang kemudian kipas dan payung tersebut dibuat menjadi kecil dan bahkan bisa dilipat. Dengan demikian kipas dan payung menjadi begitu mudah untuk dibawa tanpa mengurangi fungsi utamanya. Benda2 ini kemudian di ekspor, dan masyarakat di negara sekeliling juga menggemarinya.
Di jaman moderen, kita tentunya tahu Sony menciptakan walkman agar orang bisa menikmati musik dengan mudah, dimanapun dia berada, tanpa harus berkeringat, apa lagi nyeri otot karena harus membawa tape recorder yang segede gaban. Begitu juga dengan motor atau mobil, mereka membuat mobil yang kecil, mungil dan ringkas, dibanding dengan produk mobil buatan Amerika yang umumnya besar. 
Toko Kelontong
Orang Jepang juga banyak maunya tapi nggak mau repot2, seperti misalnya mereka mau dengan mudah menghubungi teman, relasi, saudara, gebetan dll sambil mau foto2 sekaligus mau terhubung dengan internet. Karena nggak mau repot2, misalnya harus bawa kamera analog (yang merupakan ciri khas kebanyakan turis asal Jepang) plus bawa PC kemana-mana sekedar untuk koneksi ke internet, maka mereka menciptakan telefon genggam lipat (flip phone) yang dilengkapi dengan kamera plus internet (jaman dahulu disebut dengan i-mode). 
Mereka bisa menyatukan 3 hal berbeda (telefon, kamera, internet) dalam satu ponsel dan masuk ke saku pula sekitar tahun 2000. Ini adalah jauh sebelum vendor negara lain meluncurkan telefon genggam dengan kemampuan/fungsi serupa. Bahkan Apple pun belum merilis iphone-nya.
Kenapa orang Jepang suka sekali menciptakan sesuatu yang "kawaii" sih ?
Kalau dirunut dari sejarahnya, memang orang Jepang suka jalan kaki (jauh dan dekat). Berbeda dengan bangsa Eropa maupun bangsa lain di Asia, orang Jepang tidak begitu memanfaatkan binatang (misalnya kuda) untuk transportasi. Bahkan di jaman Edo, ada kurir yang tugasnya mengantar surat (kadang barang/benda) hanya dengan modal dengkul (alias modal kaki) yang disebut hikyaku
Apartemen padat di Hongkong
Mereka ini rela pulang pergi dengan jalan kaki misalnya dari Tokyo ke Kyoto, yang kurang lebih berjarak 500 Km sekali jalan. Nah, karena mereka senang berjalan kaki, dengan demikian mereka berusaha agar barang bawaannya bisa seringkas dan seringan mungkin. Apalagi mereka harus menginap dibeberapa tempat untuk beberapa hari di dalam perjalanannya. Hal itu yang menyebabkan mereka senang membuat segalanya menjadi kecil, agar mudah dibawa dan tidak merepotkan di perjalanan.
Miniatur Hongkong di Tokyo
Hongkong ternyata juga mempunyai artis yang terampil untuk membuat segala macam benda menjadi miniatur. Artis2 Hongkong ini memamerkan hasil karyanya dalam pameran yang diberi nama "Hongkong in Miniature", yang diselenggarakan dari tanggal 29 September - 9 Oktober 2017. Pameran diadakan di lantai dasar gedung Kitte. Gedung ini milik Perusahaan Pos Jepang yang baru saja direnovasi. Sekarang, selain digunakan untuk urusan jasa pos, gedung Kitte juga dipergunakan/disewakan untuk perkantoran dan komersial.
Suasana di Gedung Kitte di lokasi pameran
Saya kebetulan punya kesempatan untuk mengunjunginya Sabtu kemarin. Letak gedung ini persis di sebelah Statiun Tokyo, di arah Marunouchi Exit. Walaupun gedung ini bisa diakses dari Stasiun Tokyo melalui pintu keluar stasiun di atas maupun langsung dari bawah tanah (ini praktis kalau misalnya sedang hujan atau turun salju), saya mengaksesnya dari jalur atas.
Poster besar pameran
Ada lebih dari 10 artis pembuat miniatur yang ikut memamerkan hasil karyanya. Seluruh miniatur adalah tentang potret kehidupan sehari-hari Hongkong, saat ini maupun beberapa tahun kebelakang. Ada restoran, pemandangan sudut kota dan gang2 di Hongkong, pemandangan apartemen khas Hongkong yang penuh jemuran dan gemerlap lampu hiasan, acara festival, toko bunga, toko mainan, tukang cukur dan lainnya. Penyajian miniaturnya sangat detil dan mirip dengan aslinya. 
Misalnya di miniatur penjual ikan, ada bermacam miniatur ikan dan kerang di sana dengan warna-warni yang sangat menarik. Bahkan, karena amat mirip dengan aslinya, saya sampai merasa bisa mencium bau amis dari ikan2 tersebut.
Miniatur penjual ikan
Ada juga miniatur rumah makan, dari gedung, meja dan segala macam furniturnya plus makanan yang bisa terlihat seperti baru saja disajikan. Rasa lapar seketika juga muncul, ditambah air liur seperti mau menetes melihat miniatur ini. Bahkan ada televisi yang terpajang di miniatur rumah makan bisa menampilkan gambar bergerak layaknya televisi di rumah2.
Tak lupa juga, ada pemandangan sudut kota dengan lampu papan reklame dan hiruk pikuk kendaraan. Di sini, saya seperti bisa merasakan bau asap dan kegaduhan di pusat kota Hongkong. 
Miniatur rumah makan dengan Televisi yang menyajikan siaran seperti layaknya televisi di rumah dan kipas angin yang berputar
Para artis terampil untuk membuat detil miniatur sekitar 5 cm untuk manusia, bahkan lebih kecil dari itu misalnya untuk binatang, cangkir, makanan dll. Selain detil dari tema utama yang disajikan di masing2 miniatur, para artis juga tidak melupakan aspek penunjang dari suasana miniatur itu sendiri. 
Misalnya pada sebagian dinding bangunan miniatur, ada bermacam poster yang ditempel dan bahkan beberapa sudah robek. Kekusaman dan bagian yang robek di poster nampak sangat nyata persis seperti keadaan aslinya. Juga misalnya di miniatur gang yang sempit, para artis bisa membuat sampah yang bertebaran persis seperti keadaan aslinya yang hampir membuat saya memungut sampah itu untuk membuangnya ke tempat sampah.
Miniatur pemandangan Kowloon di tahun 1980 dengan tempelan poster
Para artis ini sebenarnya pernah mengadakan pameran yang sama beberapa waktu yang lalu di Hongkong dan juga di Jepang. Namun dalam pameran kali ini, ada beberapa miniatur yang belum pernah dipamerkan sebelumnya di Jepang, turut dipajang di arena pameran. Saya menghitung ada sekitar 50 miniatur yang dipamerkan.
Bahkan dalam pameran kali ini, ada kesempatan bagi pengunjung untuk melihat langsung beberapa dari sang artis miniatur melakukan pekerjaannya (semacam demo sekitar 1 jam). Namun karena skedul demo itu terbatas dan saya kebetulan datang setelah acaranya selesai, jadi saya kurang beruntung untuk menyaksikan langsung proses pembuatannya.
Seperti apa sih Miniatur Hongkong ?
Bagi pembaca yang penasaran, ini adalah sebagian dari hasil jepretan saya di acara tersebut.
Miniatur ruang bermain diambil dari atas
Star Wars

Miniatur warung penjual bahan makanan

Miniatur Restoran
Seperti Raksasa dan Liliput
Penjual Majalah. Detil majalah yang dijual seperti majalah asli