2017年11月3日金曜日

Jalan2 ke Tokyo Motor Show 2017

Pintu masuk TMS 2017
Di Odaiba (tepatnya di Tokyo Big Sight), dari tanggal 27 Oktober - 5 November 2017 berlangsung event Tokyo Motor Show (TMS).
Dalam event 2 tahunan ini, selain kita bisa menyaksikan perkembangan teknologi otomotif dan teknologi penunjang yang lain, kita juga bisa menyaksikan secara langsung bagaimana wujud kendaraan (terutama mobil konsep) di masa depan.
Tema TMS tahun ini adalah "Mari Menggerakkan Dunia dari sini. Beyond The Motor."
Saya mempunyai kesempatan mengunjungi event tersebut Sabtu tanggal 28 Oktober yang lalu. Walaupun cuaca mendung, yang kemudian berubah menjadi hujan, namun tidak menghalangi orang2 yang berniat ingin menyaksikan acara tersebut. Ini bisa disaksikan dengan barisan orang berjejal mengular dari saat keluar stasiun terdekat (Stasiun Kokusaitenjijoumae) sampai ke tempat acara dilangsungkan.
Ada 14 perusahaan Jepang yang bergerak dalam bidang otomotif ikut dalam event ini. Disamping itu, ada beberapa peserta dari luar Jepang, diantaranya dari Jerman, Perancis dan Swedia. Selain memamerkan mobil terbaru yang sudah maupun akan dirilis (dipasarkan) untuk umum, mereka juga memamerkan beberapa mobil prototype (concept) nya, yang sebagian merupakan mobil yang baru pertama kali dipamerkan pada publik Jepang maupun dunia.
Tiket masuk TMS 2017
Evolusi Dunia Otomotif
Sebenarnya, kearah manakah perkembangan industri otomotif (khususnya mobil) akan bergerak ?
Ada beberapa teknologi penunjang industri otomotif yang sedang dikembangkan saat ini.
Yang pertama adalah teknologi yang berusaha menggantikan bahan bakar fosil, karena selain jumlahnya terbatas, akibat yang ditimbulkan dari hasil proses pembakarannya bisa berdampak buruk terhadap lingkungan. Beberapa teknologi kemudian lahir untuk mewujudkan hal tersebut. Diantaranya, kita mengenal teknologi Electric Vehicle (EV atau mobil listrik) yang sudah dikembangkan sejak beberapa tahun yang lalu. Kemudian kita juga tahu Fuel Cell Vehicle (FCV atau sel bahan bakar) yang ramah lingkungan karena tidak menghasilkan gas C02 dalam proses pembakarannya. 
Zagato IsoRivolta Vision Gran Turismo
Berikutnya, teknologi informasi juga merambah bidang otomotif. Jepang dan beberapa negara maju lainnya sedang mengembangkan teknologi "Connected Car". "Connected" atau terhubung disini, bukan hanya terbatas pada menghubungkan (koneksi) antara mobil dengan jaringan (network atau cloud) saja. Namun juga ada tambahan untuk koneksi yang lain, diantaranya koneksi antar-mobil, koneksi antara mobil dengan infrastruktur (misalnya dengan lampu lalulintas), dan yang paling penting adalah koneksi antara mobil dengan orang (pengguna/user).
Gambaran Connected Car yang disajikan dengan proyeksi di layar 360 derajat
Lalu ada beberapa teknologi penjunjang penting lainnya, misalnya teknologi sensor yang mendukung kendaraan untuk bisa self-driving, maupun untuk meningkatkan keselamatan driver, misalnya untuk menghindari orang atau benda yang tiba2 muncul di depan kendaraan. Kemudian ada teknologi kecerdasan buatan (AI), dimana di masa depan misalnya mobil bisa mengatur posisi duduk, setir, pendingin, audio (musik) dan lainnya secara otomatis menyesuaikan dengan keadaan atau suasana hati dari sang driver sehingga dia dapat merasa nyaman berkendara.
Dengan berbagai macam teknologi tersebut, ada kemungkinan dalam waktu yang tidak lama lagi, pandangan kita akan apa yang biasa kita sebut kendaraan (mobil) akan berubah total. Selama ini kita memandang mobil hanya sebuah alat yang membantu manusia untuk bergerak (mobilitas) dari suatu tempat ke tempat yang lain. Interaksi yang terjadi selama perjalanan dengan mobil, bisa dikatakan hanya satu arah, yaitu misalnya driver menyetir mobil, mengatur posisi duduk, menyalakan AC dan lainnya.
Bagaimana evolusi di dunia otomotif sampai saat ini ?
Tokyo Motor Show 2017
Ada beberapa catatan saya tentang 5 perusahaan otomotif Jepang peserta TMS 2017 yang namanya tentu sudah tidak asing lagi bagi pembaca.
Yang pertama adalah Toyota. Tahun ini, stan Toyota mengusung tema "Start Your Impossible".
Toyota menghadirkan konsep baru yang bernama "Toyota Concept Ai" (Ai ditulis dalam kanji yang berarti Cinta). Jika selama ini, manusia yang mencurahkan "cinta" nya pada mobil (misalnya dibawa ke bengkel untuk maintenance atau dihiasi dengan pernak-pernik), maka kedepannya, kendaraan (mobil) lah yang akan mencurahkan perhatiannya kepada manusia. 
Toyota Concept Car 愛-i 
Di dalam video yang ditayangkan di stan, ada adegan dimana mobil berkomunikasi/berinteraksi dengan orang (driver) dengan isi percakapan antara lain bertanya apa rencana si pengemudi hari ini, kemudian mobil bisa memberikan rekomendasi sesuai dengan rencananya itu. Lalu mobil juga bisa menampilkan foto2 kenangan untuk memberi semangat jika pengemudi sedang galau, lalu memutarkan musik favorit sepanjang perjalanan. Jika kelihatannya sang driver lelah, maka mobil bisa menawarkan diri untuk menggantikan posisi driver mengemudikan kendaraan sampai ke tempat tujuan.
Crown Concept Car 
Toyota ingin menunjukkan bahwa mobil bukan hanya sebatas mesin, tapi merupakan partner manusia. Teknologi AI mempunyai peranan penting untuk mewujudkan hal ini. Mobil seperti belajar (Learn) tentang bagaimana tipe/sifat manusia yang sedang mengendarai mobil dan emosinya saat itu. Mobil juga bisa melindungi (Protect) pengemudi dengan bantuan berbagai macam sensor yang tertanam. Misalnya menghindari batu ketika mobil sedang berjalan, atau mengerem ketika ada orang di belakang mobil waktu memarkir atau keluar dari garasi. Mobil juga bisa memberikan saran atau masukan tentang berbagai macam hal. Bahkan mobil bisa melayani percakapan dengan pengemudi (Inspire).
Selain itu, Toyota juga memamerkan kendaraan FCV yang bernama Free Comfort Ride dan mobil sport konsep GR HV Sport. Tak lupa, ada mobil Crown terbaru yang masih merupakan konsep dan mobil New Century turut dipajang di area Toyota. Kedua mobil ini (termasuk beberapa mobil lain) merupakan mobil yang pertama kali dipamerkan kepada publik/dunia (World Premiere).
Toyota New Century 
Kemudian Nissan di pameran kali ini mencanangkan visinya kedepan berdasarkan pada "Nissan Intelligent Mobility". Nissan dengan teknologi radar yang canggih, kamera, sensor dan laser scannernya mewujudkan kemampuan pemindaian 360 derajat di sekeliling kendaraan yang bisa menjamin keselamatan pengemudi. Kemudian Nissan juga memanfaatkan teknologi AI, yang diharapkan bisa memprediksi apa saja bahaya yang mungkin terjadi di perjalanan. Jika teknologi ini sudah matang dan kemudian bisa diimplementasikan, maka pengendara tidak usah repot2 untuk menegangkan saraf di kelima indra-nya saat mengemudi, karena mobil bisa jalan/mengemudi sendiri dengan full automatic drive.
Nissan Intelligent Mobility
Subaru memamerkan konsep kendaraan sport yang dinamai Subaru Viziv Performance Concept. Viziv adalah kata buatan yang berasal dari kata2 "Vision for Innovation". Subaru kita kenal dengan mobil2 nya yang merajai berbagai event rally di seluruh dunia. Konsep mobil sport yang dipamerkan dibuat berdasarkan filosofi desain Subaru, yaitu "Dynamic x Solid". Dimana bentuk mobilnya yang kekar dan juga desain yang aerodinamis mengesankan bahwa mobil akan bisa melesat dengan cepat. Namun, Subaru juga tidak melupakan kenyamanan serta keselamatan pengemudi saat berkendara. 
Subaru Viziv Performance Concept 
Berbeda dengan perusahaan otomotif Jepang lainnya, Honda memberi fokus kepada produk mobil EV dalam pemeran tahun ini. Ini bisa dimaklumi karena Honda menargetkan bahwa sampai dengan tahun 2030, 2/3 dari produksi mobilnya adalah mobil EV. Ada 3 jenis produk utama mobil EV Honda dengan motor penggerak rancangan baru yang dipamerkan, yaitu mobil EV tipe sport, urban dan Honda NeuV. Tentunya produk2 mobil Honda ini juga dilengkapi dengan teknologi AI yang diberi nama "Honda Automated Network Assistant". 
Honda dengan Concept EV car
Mazda memamerkan mobil konsepnya yang bernama "Kai". Mobil berbahan bakar bensin ini dilengkapi dengan mesin keluaran baru yang bernama "Skyactiv-X". Mesin ini diharapkan bisa menjadi mesin yang paling irit bensin namun mempunyai performance yang tinggi. Mesin ini ditunjang dengan arsitektur (platform mobil) yang bernama "Skyactiv Vechile Architecture", yang bisa menganalisa gerak dari pengemudi sehingga diharapkan bisa mewujudkan kenyamanan pengemudi dalam berkendara.
Stan Mazda. Mobil konsep Kai ada di belakang berwarna merah
Selain mobil, ada kendaraan lain misalnya truk, motor dan bus yang dipamerkan. Juga ada beberapa produsen akserori mobil, sound system, dan beberapa produsen komponen mobil dan teknologi lain yang menunjang industri otomotif ikut serta dalam pameran. Untuk anak2, mereka dihibur dengan mainan mobil2-an dari produsen mainan Tomica. Stan Tomica dilengkapi dengan arena permainan anak2, sehingga mereka bisa bermain langsung. Tomica juga merilis mainan mobil2-an khusus dengan tulisan TMS2017 yang hanya dijual saat pameran berlangsung.
EV Car I.D.Buzz dari VW
Ada pula acara menarik lainnya yang dinamakan "Tokyo Connected Lab 2017". Dalam acara ini, pengunjung bisa turut ambil bagian, misalnya untuk menyetir mobil secara virtual bersama dengan 30 user lain, melihat wajah Tokyo masa depan lengkap dengan kendaraan maupun transportasinya yang disajikan dalam teater dome dimana proyeksi film disajikan 360 derajat. Selain itu, pengunjung juga bisa mencoba mengendarai secara langsung produk mobil terbaru dari masing2 perusahaan di area yang sudah disediakan.
BMW Concept 8 Series
Ada applikasi khusus untuk TMS kali ini, yang bisa diunduh melalui Apple Store atau Google Play. Dengan applikasi ini, pengunjung bisa melihat jadwal presentasi di masing2 stan sekaligus mendaftar secara online untuk ikut mendengar presentasi. Atau pengunjung juga bisa reservasi secara online untuk mencoba secara langsung naik mobil/motor yang disediakan di area khusus. Pengunjung juga bisa melihat suasana kepadatan masing2 stan, dimana teknologi sensor panas digunakan, kemudian informasi ini disajikan di layar gawai secara real time.
Bagaimana masa depan otomotif ?
Di pusat kota seperti Tokyo, transportasi umum sudah tersedia secara baik. Namun, mobil pribadi masih tetap dibutuhkan. Penduduk Tokyo juga masih membeli mobil baru, walaupun mereka hanya memakai mobil itu sekali seminggu atau bahkan sebulan.
Mercedes-Benz
Kita juga tidak tahu bagaimana "mobil" yang kita kenal bentuk dan fungsinya sekarang akan ber-evolusi di masa yang akan datang. Walaupun perusahaan2, terutama perusahaan Jepang sudah mencoba memberikan gambaran tentang bagaimana "wujud" kendaraan kita di masa depan dalam event TMS tahun ini. Perusahaan2 itu tentunya juga sedang mencari, bagaimana bentuk kendaraan yang tepat bagi pengguna dimasa datang, dengan tidak mengesampingkan fungsi dan esensi utama dari mobil. 
Audi R8 V10
Selama ini, sesuai namanya, mobil, digunakan untuk mobilitas manusia. Dimasa depan, selain digunakan untuk menggerakkan manusia, mobil juga diharapkan bisa menggerakkan "perasaan" manusia. Mobil, diharapkan bisa ber-evolusi dari sekedar "alat", dengan bantuan teknologi yang berkembang saat ini, fungsinya kemudian bisa bertambah untuk bisa menjadi "partner" manusia.
Lalu, kapan itu semua bisa terwujud? Mari kita tunggu bersama-sama.
Lautan Manusia menunggu masuk area pameran

2017年10月9日月曜日

Menyaksikan "Kawaii" Hongkong di Tokyo

Suasana di daerah tenggara Hongkong yang dekat Victoria Harbour
Kalau pembaca pernah melihat drama/film Jepang, atau bahkan mengunjungi dan jalan2 di Jepang, tentunya sudah pernah mendengar kata "kawaii". Kawaii biasanya diucapkan kalau mereka melihat sesuatu yang unik, mungil dan menggemaskan. Orang yang mengucapkan kata itu, tidak terbatas pada wanita yang masih usia sekolah saja. Wanita dewasa (sudah bekerja dan berumah tangga), bahkan kaum lelaki pun boleh dan sah2 saja mengucapkan kata itu.
Kebudayaan "Kawaii"
Orang Jepang memang terampil membuat sesuatu yang kawaii (mungil), atau secara umum, orang Jepang terampil untuk membuat miniatur dari benda2 yang sudah ada. Bahkan orang Korea maupun Tiongkok mengakui ketrampilan orang Jepang tentang hal ini.
Misalnya begini. 
Pada jaman dahulu, kipas masuk ke Jepang dari Tiongkok, atau payung hujan masuk melalui perdagangan dengan orang2 Eropa. Bentuk kipas maupun payung-nya masih besar dan tidak begitu mudah untuk dibawa kemana-mana. Namun, oleh orang Jepang kemudian kipas dan payung tersebut dibuat menjadi kecil dan bahkan bisa dilipat. Dengan demikian kipas dan payung menjadi begitu mudah untuk dibawa tanpa mengurangi fungsi utamanya. Benda2 ini kemudian di ekspor, dan masyarakat di negara sekeliling juga menggemarinya.
Di jaman moderen, kita tentunya tahu Sony menciptakan walkman agar orang bisa menikmati musik dengan mudah, dimanapun dia berada, tanpa harus berkeringat, apa lagi nyeri otot karena harus membawa tape recorder yang segede gaban. Begitu juga dengan motor atau mobil, mereka membuat mobil yang kecil, mungil dan ringkas, dibanding dengan produk mobil buatan Amerika yang umumnya besar. 
Toko Kelontong
Orang Jepang juga banyak maunya tapi nggak mau repot2, seperti misalnya mereka mau dengan mudah menghubungi teman, relasi, saudara, gebetan dll sambil mau foto2 sekaligus mau terhubung dengan internet. Karena nggak mau repot2, misalnya harus bawa kamera analog (yang merupakan ciri khas kebanyakan turis asal Jepang) plus bawa PC kemana-mana sekedar untuk koneksi ke internet, maka mereka menciptakan telefon genggam lipat (flip phone) yang dilengkapi dengan kamera plus internet (jaman dahulu disebut dengan i-mode). 
Mereka bisa menyatukan 3 hal berbeda (telefon, kamera, internet) dalam satu ponsel dan masuk ke saku pula sekitar tahun 2000. Ini adalah jauh sebelum vendor negara lain meluncurkan telefon genggam dengan kemampuan/fungsi serupa. Bahkan Apple pun belum merilis iphone-nya.
Kenapa orang Jepang suka sekali menciptakan sesuatu yang "kawaii" sih ?
Kalau dirunut dari sejarahnya, memang orang Jepang suka jalan kaki (jauh dan dekat). Berbeda dengan bangsa Eropa maupun bangsa lain di Asia, orang Jepang tidak begitu memanfaatkan binatang (misalnya kuda) untuk transportasi. Bahkan di jaman Edo, ada kurir yang tugasnya mengantar surat (kadang barang/benda) hanya dengan modal dengkul (alias modal kaki) yang disebut hikyaku
Apartemen padat di Hongkong
Mereka ini rela pulang pergi dengan jalan kaki misalnya dari Tokyo ke Kyoto, yang kurang lebih berjarak 500 Km sekali jalan. Nah, karena mereka senang berjalan kaki, dengan demikian mereka berusaha agar barang bawaannya bisa seringkas dan seringan mungkin. Apalagi mereka harus menginap dibeberapa tempat untuk beberapa hari di dalam perjalanannya. Hal itu yang menyebabkan mereka senang membuat segalanya menjadi kecil, agar mudah dibawa dan tidak merepotkan di perjalanan.
Miniatur Hongkong di Tokyo
Hongkong ternyata juga mempunyai artis yang terampil untuk membuat segala macam benda menjadi miniatur. Artis2 Hongkong ini memamerkan hasil karyanya dalam pameran yang diberi nama "Hongkong in Miniature", yang diselenggarakan dari tanggal 29 September - 9 Oktober 2017. Pameran diadakan di lantai dasar gedung Kitte. Gedung ini milik Perusahaan Pos Jepang yang baru saja direnovasi. Sekarang, selain digunakan untuk urusan jasa pos, gedung Kitte juga dipergunakan/disewakan untuk perkantoran dan komersial.
Suasana di Gedung Kitte di lokasi pameran
Saya kebetulan punya kesempatan untuk mengunjunginya Sabtu kemarin. Letak gedung ini persis di sebelah Statiun Tokyo, di arah Marunouchi Exit. Walaupun gedung ini bisa diakses dari Stasiun Tokyo melalui pintu keluar stasiun di atas maupun langsung dari bawah tanah (ini praktis kalau misalnya sedang hujan atau turun salju), saya mengaksesnya dari jalur atas.
Poster besar pameran
Ada lebih dari 10 artis pembuat miniatur yang ikut memamerkan hasil karyanya. Seluruh miniatur adalah tentang potret kehidupan sehari-hari Hongkong, saat ini maupun beberapa tahun kebelakang. Ada restoran, pemandangan sudut kota dan gang2 di Hongkong, pemandangan apartemen khas Hongkong yang penuh jemuran dan gemerlap lampu hiasan, acara festival, toko bunga, toko mainan, tukang cukur dan lainnya. Penyajian miniaturnya sangat detil dan mirip dengan aslinya. 
Misalnya di miniatur penjual ikan, ada bermacam miniatur ikan dan kerang di sana dengan warna-warni yang sangat menarik. Bahkan, karena amat mirip dengan aslinya, saya sampai merasa bisa mencium bau amis dari ikan2 tersebut.
Miniatur penjual ikan
Ada juga miniatur rumah makan, dari gedung, meja dan segala macam furniturnya plus makanan yang bisa terlihat seperti baru saja disajikan. Rasa lapar seketika juga muncul, ditambah air liur seperti mau menetes melihat miniatur ini. Bahkan ada televisi yang terpajang di miniatur rumah makan bisa menampilkan gambar bergerak layaknya televisi di rumah2.
Tak lupa juga, ada pemandangan sudut kota dengan lampu papan reklame dan hiruk pikuk kendaraan. Di sini, saya seperti bisa merasakan bau asap dan kegaduhan di pusat kota Hongkong. 
Miniatur rumah makan dengan Televisi yang menyajikan siaran seperti layaknya televisi di rumah dan kipas angin yang berputar
Para artis terampil untuk membuat detil miniatur sekitar 5 cm untuk manusia, bahkan lebih kecil dari itu misalnya untuk binatang, cangkir, makanan dll. Selain detil dari tema utama yang disajikan di masing2 miniatur, para artis juga tidak melupakan aspek penunjang dari suasana miniatur itu sendiri. 
Misalnya pada sebagian dinding bangunan miniatur, ada bermacam poster yang ditempel dan bahkan beberapa sudah robek. Kekusaman dan bagian yang robek di poster nampak sangat nyata persis seperti keadaan aslinya. Juga misalnya di miniatur gang yang sempit, para artis bisa membuat sampah yang bertebaran persis seperti keadaan aslinya yang hampir membuat saya memungut sampah itu untuk membuangnya ke tempat sampah.
Miniatur pemandangan Kowloon di tahun 1980 dengan tempelan poster
Para artis ini sebenarnya pernah mengadakan pameran yang sama beberapa waktu yang lalu di Hongkong dan juga di Jepang. Namun dalam pameran kali ini, ada beberapa miniatur yang belum pernah dipamerkan sebelumnya di Jepang, turut dipajang di arena pameran. Saya menghitung ada sekitar 50 miniatur yang dipamerkan.
Bahkan dalam pameran kali ini, ada kesempatan bagi pengunjung untuk melihat langsung beberapa dari sang artis miniatur melakukan pekerjaannya (semacam demo sekitar 1 jam). Namun karena skedul demo itu terbatas dan saya kebetulan datang setelah acaranya selesai, jadi saya kurang beruntung untuk menyaksikan langsung proses pembuatannya.
Seperti apa sih Miniatur Hongkong ?
Bagi pembaca yang penasaran, ini adalah sebagian dari hasil jepretan saya di acara tersebut.
Miniatur ruang bermain diambil dari atas
Star Wars

Miniatur warung penjual bahan makanan

Miniatur Restoran
Seperti Raksasa dan Liliput
Penjual Majalah. Detil majalah yang dijual seperti majalah asli




2017年9月25日月曜日

Jalan-jalan ke Tokyo Game Show 2017

Pintu masuk hall tempat berlangsungnya TGS 2017
Akhir minggu ini, di Makuhari Messe (Convention Center yang berlokasi di prefektur Chiba) diselenggarakan acara tahunan Tokyo Game Show (TGS).
Saya nggak tahu alasan, kenapa namanya "Tokyo" Game Show, tapi acaranya di "Chiba". Jadi harap jangan protes ke saya ya.
Dua hari pertama yaitu tanggal 21-22 September, acaranya khusus bagi kalangan pelaku bisnis game, sehingga pengunjung otomatis tidak perlu membayar untuk melihatnya alias gratis kalau sudah registrasi. Lalu dua hari berikutnya yaitu tanggal 23-24 September, acaranya dibuka untuk umum tapi nggak gratis, alias harus membayar harga tanda masuk sebesar 1200 yen.
Saya mempunyai kesempatan untuk melihat acaranya hari ini. Acara dimulai jam 10:00 dan saya tiba di lokasi sekitar jam 10 lewat sedikit. Walaupun sudah banyak orang yang menunggu untuk masuk, namun (seperti kebiasaan orang Jepang) mereka antri dengan rapi jali, dipandu oleh petugas untuk memasuki area dimana acara dilaksanakan.
Tiket Masuk TGS 
TGS dari tahun ke tahun
TGS pertama kali diadakan pada tahun 1995. Di tahun ini, industri perangkat game dikatakan memasuki generasi ke 5. Dua bulan sebelum acara pembukaan TGS, Nintendo ikut dalam "perang" pemasaran perangkat game dan meluncurkan game terbarunya Nintendo64. Namun sayangnya, mereka tidak ikut memamerkan produknya di acara tersebut.
Hanya produk2 game (software) untuk Nintendo yang dikeluarkan oleh beberapa developer saja yang ikut pameran. Produk PlayStation dari Sony mendominasi acara tersebut, sehingga masyarakat pada saat itu sudah menduga bahwa Sony akan menjadi penggerak dan pemimpin dalam dunia game Jepang ke depan.
Stan perusahaan mobile game 6waves 
Pada tahun2 berikutnya, jumlah perusahan yang ikut ambil bagian pada TGS bertambah banyak. Selain perusahaan berskala besar, perusahaan kecil dan startup juga mulai bermunculan untuk bergabung dalam pameran.
Tahun ini, penyelenggaraan acara menitikberatkan pada 4 unsur, yaitu memperkuat penyiaran secara langsung penyelenggaraan (semua acara) melalui internet, menyebarluaskan e-sport kepada masyarakat, pengenalan game yang berbasis Virtual RealityAugmented Reality dan campuran antara keduanya (Mixed Reality), dan terakhir memperbanyak peserta (industri atau perusahaan) dari luar Jepang.
Dimana ada gula, disitu ada semut
Ada sekitar 609 perusahaan dan organisasi yang turut ambil bagian dalam acara selama 4 hari. Jumlah ini adalah 3 kali lebih banyak dibandingkan dengan jumlah perusahaan yang bergabung pada acara Game Show yang diadakan 5 tahun yang lalu. Dari total acara 4 hari, jumlah game ataupun barang2 yang dijual yang berhubungan dengan game diperkirakan sekitar 1300 buah.
Yang menarik, ada sekitar 317 perusahaan dan organisasi dari luar Jepang yang ikut meramaikan acara pada tahun ini. Dimana jumlah tersebut adalah lebih dari setengah dari jumlah total perusahaan/organisasi yang ambil bagian pada TGS 2017.
Stan PlayStation 
Saya juga sempat mampir di stan Indonesia yang juga ikut meramaikan TGS tahun ini. Indonesia mempunyai stan cukup besar dan meriah dan letaknya di dalam area yang disebut dengan "New Star's Asia". Di dinding stan ada tulisan besar "archipelageek".
Archipelageek adalah program yang diusung oleh Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF) dan Asosiasi Game Indonesia. Ada sekitar 6 developer game dan publisher yang ikut serta tahun ini.
Stan Indonesia di TGS 2017 
Dalam sambutan pembukaan TGS 2017, ketua CESA (Computer Entertainment Supplier's Association) Okamura Hideki mengatakan, bahwa kita ada di era dimana semua orang bisa menikmati game yang melebihi batas2 realitas. Lalu dia juga berkata bahwa, ini adalah momen bagi masyarakat di dunia untuk menciptakan kesempatan menikmati e-sport.
Pasar Game di Jepang
Pada saat pembukaan TGS pada tanggal 21 September, saham2 JASDAQ yang dilaporkan Nikkei mengalami kenaikan sebesar 0.19%. Sayangnya, kenaikan ini bukan karena adanya pergelaran TGS. Bahkan sebaliknya, ada beberapa saham yang berhubungan dengan game malah dijual ke pasaran, atau ada anak perusahaan pembuat game yang ikut pada perhelatan TGS mengalami sedikit kenaikan harga pada pembukaan pasar saham di pagi hari (tanggal 21), namun akhirnya malah mengalami penurunan harga di penutupan pasar.
Pengunjung di TGS 2017
Namun secara keseluruhan, pasar game domestik Jepang memang mengalami peningkatan yang pesat, yang nominalnya mencapai rekor tertinggi pada tahun 2016 sebesar 1 milyar 380 juta yen. Hanya perlu diberi catatan sedikit, bahwa nominal ini terutama adalah jumlah nilai game terjual dari game aplikasi pada gawai, bukan pada perangkat game portabel untuk rumahan. Game (software) yang diproduksi untuk perangkat game rumahan (berikut perangkat game/hardware nya), masih menunjukkan gejala yang tidak menggembirakan yaitu mengalami penurunan dari tahun ke tahun.
Hal ini berhubungan erat dengan perubahan pola bermain masyarakat, dari pola bermain game yang sifatnya "statis" (yaitu alat permainan membutuhkan suatu tempat dan hubungan koneksi ke layar televisi), kemudian berubah ke pola permainan game yang sifatnya "dinamis" (yaitu permainan dimainkan dengan gawai yang tidak membutuhkan tempat maupun koneksi ke layar televisi).
Ide orang Jepang ada2 saja....Cosplay dalam display di TGS 
e-sport pada TGS
Pada TGS tahun ini, e-sport merupakan jenis game yang mendapat perhatian khusus dari pengunjung. Delapan perusahaan game Jepang ternama, seperti Capcom (mungkin ada yang ingat dengan game legendaris Street Fighter ?) dan Sega Games mengadakan kompetisi terbuka e-sport selama acara TGS.
Menurut perusahaan riset Newzoo, sampai dengan tahun 2020, populasi masyarakat di dunia yang menikmati permainan e-sport ditaksir ada sekitar 500 juta orang.
Namun perkembangan e-sport di Jepang termasuk lambat. Salah satu sebabnya adalah belum adanya undang2 yang mengatur misalnya berapa besarnya hadiah (maksimal) yang bisa diberikan pada pemenang kontes e-sport. Lalu, kurangnya pusat2 latihan untuk mendidik orang yang ingin menjadi gamer profesional juga merupakan salah satu sebab lambatnya perkembangan e-sport di Jepang.
Salah satu e-sport yaitu Gran Turismo terbaru, yang memakai teknologi AI, VR dan 4K 
Penutup
Di TGS kali ini, seperti tahun sebelumnya ada banyak acara yang bisa disaksikan. Mulai dari acara peluncuran game baru, stan untuk mencoba langsung game, atau jika ada yang mau menguji ketrampilannya, kita bisa ikut pertandingan game.
Ada juga acara talk show yang berisi cerita atau tanya jawab dengan pelaku kreatif game mulai dari game designer, director, dll. Ada juga acara bincang2 para pelaku bisnis anime (dimana anime mempunyai hubungan yang kuat dengan game) dan pelaku industri game, dengan menghadirkan tokoh anime (pengisi suara) atau animatornya sendiri.
Stan game Tokimeki Idol 
Lalu tidak ketinggalan, ada juga acara untuk kemanusiaan yaitu barang2 koleksi dari pelaku bisnis game (misalnya game creator) yang merupakan barang yang biasanya tidak dijual atau tidak dapat ditemukan di pasaran (alias barang langka bagi penggemar game nya), dilelang dan uang hasil lelangnya dikumpulkan untuk amal bagi pemulihan daerah korban bencana alam.
Salah satu Cosplay di acara TGS
Dan tentunya, yang ditunggu2 dari para pengunjung adalah acara foto bersama cosplayer di area yang sudah disediakan, atau memfoto para gadis penunggu stan yang menarik, maupun sekedar antri untuk mendapatkan merchandise yang khusus disediakan pada saat pameran.
Acaranya TGS dilangsungkan setiap tahun. Jadi jika ada pembaca yang gemar game dan berminat, mungkin bisa menengok acara TGS berikutnya sambil berwisata tahun depan.
Merchandise oleh2 dari TGS 2017

2017年9月23日土曜日

Romantisme Musim Gugur di Kuil Heirinji

Momiji di sekitar Butsuden 
Bulan September di Jepang, kalau menurut kalender sudah memasuki musim gugur.
Alam juga sudah menunjukkan gelagatnya seperti itu. Urokogumo (awan berbentuk sisik ikan) sering terlihat akhir-akhir ini. Bunyi dari serangga musim panas seperti aburazemi, minminzemi, higurashi, dll, juga sudah tidak lagi terdengar.
Suhu udara siang tidak lagi lembap dan banyaknya angin yang berhembus membuat suhu udara juga mulai sejuk, terutama di malam hari. Makanan yang populer di musim gugur seperti biji kuri yang harum, jamur matsutake, dan buah nashi mulai bermunculan di supermarket. Bunga-bunga musim gugur seperti cosmos dan higanbana (Lycoris radiata) juga mulai bermekaran.
Musim gugur adalah musim yang paling saya suka selama "pengembaraan" saya di Jepang. 
Ada beberapa alasan yang menyebabkan saya menyukai musim ini.
Pertama, suhu udara yang sejuk.
Dibanding dengan cuaca dingin yang suhunya bisa menusuk tulang sumsum, maupun musim panas yang kelembapannya tinggi hingga terasa seperti mandi di sauna, hawa di musim gugur terasa sejuk dan pas bagi orang kelahiran daerah tropis seperti saya (ini menurut saya lho). 
Memang awal musim semi juga terasa sejuk karena masih menyisakan rasa agak dingin setelah musim salju. Namun, karena setelah musim semi adalah musim panas (dan bayangan saya adalah keringat yang mengucur deras sehingga membuat saya tidak begitu suka), maka euforia di awal musim semi tidak sebesar dibanding jika menyambut musim gugur. 
Fotografi adalah mengenai momen dan cahaya. Objek orang bisa menambah rasa suasana foto 
Kedua, ada objek favorit untuk difoto.
Saya suka fotografi, dan hanya di musim gugur daun momiji (maple) bisa mempunyai berbagai macam warna dari hijau, kuning, merah, pink dan lainnya. Ini tentunya amat menarik bagi saya sebagai objek untuk difoto.
Foto dengan Lensa Manual Trioplan 100/2.8 
Ketiga, saya bisa merasakan yang namanya wabi-sabi.
Wabi-sabi merupakan puncak pengungkapan rasa estetika masyarakat Jepang. Orang lain mungkin bisa merasakan wabi-sabi saat mengadakan upacara minum teh, atau meresapi sajak-sajak buatan Matsuo Basho. Dan saya bisa merasakannya pada musim gugur, saat daun sudah rontok ke bumi yang merupakan pertanda alam sudah siap menyambut kedatangan musim dingin yang sepi dan panjang.
Keempat, entah mengapa (dengan alasan yang susah untuk diungkapkan) saya merasakan ada romantisme di musim gugur.
Saat musim gugur, banyak spot yang bagus untuk "berburu" momiji. Dan saya akan membahas salah satu spot yang "agak" anti-mainstream, yaitu Kuil Heirinji di Saitama.
Penampakan Butsuden dari dalam taman
Kuil Heirinji
Kuil Heirinji bernama lengkap Kinpouzan Heirinji, dibangun pada tahun 1375. Pada saat dibangun, kuil ini letaknya di Iwatsuki-ku. Namun pada tahun 1663 kuilnya dipindah ke daerah Nobitome, masih di prefektur yang sama di Saitama sampai sekarang.
Kuil ini merupakan kuil Buddha dari aliran Rinzaishuu Myoushinji. Selain sebagai pusat pendidikan dan latihan Zen, di kuil ini juga terdapat komplek makam dari keluarga Oukouchi Matsudaira, di mana nenek moyangnya ada yang menjadi penasihat Shogun Tokugawa Ieyasu.
Jalan dari pintu masuk atau Soumon 
Kuil ini terletak di daerah yang bernama Musashino, daerah yang dahulunya adalah dataran yang dipenuhi dengan tanaman hagi dan susuki yang sangat indah bila dipadukan dengan bundarnya bulan di saat bulan purnama. Sehingga Musashino sering menjadi inspirasi keindahan dan bahan untuk seni sastra, kesenian dan kerajinan tangan. Bahkan nama Musashino sudah tertulis juga di Manyoushuu, yang merupakan kumpulan puisi tertua di Jepang.
Sanmon di area tengah kuil
Daerah Musashino dahulunya adalah daerah yang kekurangan air, sehingga di Zaman Edo dibangun jalur perairan yang sumbernya berasal dari Tamagawa Jousui. Dengan dibukanya aliran air, maka banyak orang yang kemudian pindah ke daerah ini dan membuka pertanian, perkebunan, juga menanam pohon-pohon dari berbagai jenis. Kemudian pohon-pohon ini membentuk hutan dengan jenis pohon campuran, yang masih ada sampai sekarang.
Patung A-Un di Sanmon
Komplek Kuil Heirinji mempunyai daerah yang luas dengan campuran berbagai macam jenis pohon (dalam Bahasa Jepang disebut Zoukibayashi) dalam area 43 hektar. Zoukibayashi di Komplek Kuil Heirinji ini merupakan daerah yang telah ditetapkan sebagai Kekayaan Alam Nasional (hanya di sini yang menyandang predikat ini di Jepang).
Di kuil ini juga disimpan hasil karya dari seniman-seniman terkenal Jepang seperti Tomioka Tessai dan Hayami Gyoshuu. Lalu Kaisar Akihito (Kaisar Jepang yang sekarang) juga sudah dua kali mengunjungi kuil ini (tahun 1977 sewaktu masih sebagai putra mahkota, dan tahun 2009).
Bangunan yang bernama Hansouboukannouden 
Akses dan HTM
Akses ke kuil ini bisa dengan beberapa jurusan kereta api. Namun, jika pembaca ingin sampai ke sini dengan biaya yang paling murah dan cepat dari pusat kota, pembaca bisa naik kereta dari Stasiun Shinjuku dengan menggunakan JR line dan turun di Stasiun Niiza. Jarak tempuhnya sekitar 40 menit. Lalu dari Stasiun Niiza, pembaca bisa naik bus dengan jurusan Higashikurumeeki Higashiguchi, atau bisa juga jalan kaki.
Kereta yang menuju Kuil Heirinji
Berdasarkan pengalaman, maka saya merekomendasikan pembaca untuk berjalan kaki, karena pemandangannya alamnya bagus dan sekaligus bisa trekking. Kita bisa melalui jalan yang masih banyak ditumbuhi pohon tinggi. Di kanan-kiri jalan, selain ada berbagai macam tanaman, ada juga saluran air yang airnya juga bening mengalir. Jarak yang harus ditempuh dengan jalan kaki sekitar 3 Km. Nggak begitu capek kok :)
Fotografer Pemburu Momiji (banyak yang pakai tripod juga walaupun dilarang)
Kuil buka dari jam 09.00 sampai 16.30 (batas masuk terakhir jam 16:00) dengan harga tanda masuk 500 yen untuk dewasa dan 200 yen untuk anak-anak.
Pada saat musim gugur, lumayan banyak pengunjung yang datang. Disarankan agar pembaca datang di pagi hari kalau berencana untuk mengunjungi kuil.
Pemandangan dari belakang Sanmon 
Hal-hal lain yang perlu diperhatikan :
  • Tidak tersedia vending di areal kuil. Jadi untuk pembaca yang punya rencana berkunjung, sebaiknya membawa/membeli minuman dari luar.
  • Bagi penggemar fotografi, di area kuil tidak diperbolehkan menggunakan monopod atau tripod.
  • Sampah juga harap dibawa pulang.
  • Bagi yang sudah keluar dari area kuil (keluar melalui pintu masuk), tidak diperkenankan untuk masuk kembali kecuali membayar lagi.
  • Komplek kuil sangat luas, namun ada beberapa tempat atau jalan yang tidak bisa diakses oleh umum. Jadi diharap mematuhi peraturan, misalnya jangan mencoba masuk jika ada tulisan dilarang masuk atau menerobos tempat yang diberi pagar (walaupun pagar rendah bisa dilangkahi atau hanya diberi pagar tali).
Bonus foto-foto momiji di area kuil.
Foto dengan Lensa Manual Trioplan 100/2.8
Foto dengan Lensa Manual Trioplan 100/2.8
Foto dengan Lensa Manual Trioplan 100/2.8